Dukung Wisata Halal, UIN Mataram Kuatkan Penguasaan Bahasa Arab

oleh
UIN Mataram menggelar workshop penguatan bahasa Arab untuk penguatan komunikasi dan informasi pariwisata berlabel halal yang menggeliat di Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto: Stw)
banner 300250

Mataram, suarabali.com – UIN Mataram menggelar workshop penguatan bahasa Arab di kampusnya, Minggu (22/7/2018). Workshop ini untuk penguatan komunikasi dan informasi  pariwisata berlabel halal yang saat ini sedang menggeliat di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam kegiatan tersebut, UIN Mataram menjalin kerja sama dengan International Association of Teaching Arabic Language for Non-Arabic Speaker yang berbasis di Perancis. Workshop diikuti 30 peserta mahasiswa Pascasarjana Prodi PBA, dosen-dosen PBA S1 dan S2, dan beberapa akademisi dari perguruan tinggi yang ada di Lombok.

Workshop menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ding Long, Penasehat Kementerian Luar Negeri RRC dan Direktur Pusat Studi Negara-Negara Teluk di Universitas Ekonomi Bisnis Internasional di Peking, RRC.

Workshop kedua mengusung tema “Penguatan Kapasitas Pembelajaran Kemahiran Berbahasa Arab” dengan  narasumber Dr. Muhammad al-Shawway, Dosen Universitas Islam Internasional Al Imam Bin Saud, Riyad, Arab Saudi.

Prof. Ding Long menceritakan pengalaman pribadinya terjun dalam pengembangan bahasa Arab untuk tujuan perdagangan dan pariwisata di China dalam waktu 30-an tahun. Prof. Long mendorong Lombok lebih agresif mengembangkan sayap wisatanya untuk para pelancong dari negeri-negeri Arab dengan menyediakan manual, pemandu wisata dan fasilitas pendukung yang sesuai dengan orang Arab.

Sebagaimana pengalaman di China, bahasa Arab untuk tujuan wisata dapat menjadi faktor peningkatan kesejahteraan daerah-daerah wisata yang menarget wisatawan mancanegara dari Timur Tengah.

“Potensi besar pariwisata di Lombok dengan wisatawan asal Timur Tengah, sehingga harus ada pemandu bahasa Arab,” terang Ding Long

Sementara Dr. Muhammad Al Shawway yang sudah malang melintang dalam pembelajaran bahasa Arab untuk penutur non-Arab di berbagai negara Asia dan Afrika, termasuk di Indonesia, mengatakan bahasa Arab mudah dipelajari asal disampaikan dengan metode yang tepat dan ketelatenan yang berkelanjutan dari pelajar dan pengajar bahasa Arab.

Dengan gaya yang mengalir dan menyenangkan, Al Shawway menunjukkan bagaimana seharusnya setiap kemahiran berbahasa Arab (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) disampaikan dan dikembangkan dalam pembelajaran bahasa Arab di sekolah, madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi.

“Prodi PBA Pascasarjana UIN Mataram harus jadi inkubator pengembangan bahasa Arab untuk mendongkrak pariwisata,” kata Dr. H. Dedy Wahyudin, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Pascasarjana UIN Mataram. (Stw/Sir)