Dua Pasien Positif COVID-19 di Bali Imported Case, Warga Diminta Terapkan Social Distancing

oleh
Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan dua pasien WNI yang positif terpapar virus Corona (COVID-19) adalah imported case. Satu pasien diketahui baru pulang dari negara yang terjangkit COVID-19 dan satunya lagi baru pulang dari Jakarta.


“Dua-duanya sudah berada di Bali dan sudah melakukan kontak dengan orang sekitarnya. Kami langsung tracking kontaknya,” kata Made Indra, Senin (23/3/2020).

Sesuai protokol COVID-19, dia menegaskan pihaknya tidak akan mengungkapkan secara detail mengenai lokasi pasien positift tersebut, karena dampaknya akan besar. “Yang terpenting, saya tegaskan dua orang WNI ini adalah orang Bali dan saat ini berada di RS di Bali, dimana ini sudah cukup bagi masyarakat untuk waspada,” ungkap Made Indra.

Mengenai imbauan social distancing untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, menurut dia, masih banyak warga di Bali yang melanggar. “Informasi tentang dua orang WNI asal Bali yang positif ini seharusnya membuat masyarakat lebih waspada. Tidak boleh lagi ada yang memandang remeh. Jangan mengabaikan arahan pemerintah, jangan beraktivitas di luar rumah kecuali sangat amat penting,” tegas Made Indra.

Terkait tes yang dianggap hasilnya lama, kata dia, hal tersebut merupakan prosedur karena pasien yang positif COVID-19 harus menjalani dua kali tes untuk meyakinkan dan mendapatkan data yang presisi.

“Harus ditegaskan kembali, mereka yang dikaranrtina bukan berarti positif. Jika sudah positif sudah langsung ke RS rujukan,” katanya.

Made Indra mengatakan tempat karantina sudah dijaga dengan SOP-nya sendiri untuk mencegah interaksi dengan warga sekitar. “Harus dipahami pula, Covid-19 tidak menular lewat udara,” katanya.

Terkait alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang diterima, kata dia, sudah didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit rujukan dengan alokasi cadangan di Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (*)