DPR Sebut Pelaku Penembakan di Papua sebagai Kelompok Separatisme

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com –  Anggota Komisi I DPR RI Darizal Basir meminta pemerintah bertindak tegas menghadapi kelompok separatisme di Papua. Menurut Darizal, apa yang terjadi di Papua sudah bukan lagi masuk kategori penegakan hukum dan keamanan serta ketertiban masyarakat (gakkum kamtibmas) atau ranah hukum, tetapi masuk dalam kategori pertahanan dan kedaulatan negara.


“Apa yang terjadi di papua bukan lagi tindakan pelanggaran atas penegakkan hukum dan keamanan ketertiban masyarakat, tetapi sudah masuk pemberontakan dan separatisme, karena tujuannya adalah memisahkan diri. Tindakan mereka merupakan perongrongan terhadap kedaulatan negara dan dapat membahayan kedaulatan serta integrasi bangsa,” kata Darizal dalam rilisnya, Kamis (13/12/2018).

Darizal juga mengkritisi pemerintah yang menyebut kelompok bersenjata di Papua dengan sebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Menurut dia, kelompok ini sudah ada dari dulu dan tujuannya jelas, yakni menjadikan Papua merdeka.

“Mereka jelas bukan kriminal bersenjata. Mereka kelompok separatisme bersenjata dengan tujuan menjadikan Papua merdeka dari Indonesia. Sehingga, ini bukan persoalan hukum lagi,” ujarnya.

Karena bukan lagi ranah hukum, sambung legislator Partai Demokrat itu, yang menjadi leading sectordalam menghadapi kelompok ini bukan lagi Polri, tetapi TNI.

“Dalam Undang-Undang Pertahanan dan TNI jelas disebutkan bahwa dalam menghadapi kelompok separatisme bersenjata, TNI adalah institusi yang harus mengambil peran di depan,” ungkapnya. (*)