DPR Minta Pemprov Perhatikan Sarpras Badan Karantina Manggis Bali

oleh
Buah manggis dari Bali ini diekspor ke Tiongkok dan Thailand. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra mendorong Pemprov Bali untuk memperhatikan peningkatan anggaran sarana dan prasarana (sarpras) Badan Karantina Manggis di Provinsi Bali. Mengingat saat ini tuntutan zaman makin modern, maka peralatan yang digunakan juga harus mengikuti arus modernisasi.

“Akan tetapi, selain dengan dukungan sarana dan prasarana yang canggih tersebut, yang paling penting adalah higienis. Sehingga, ada kepastian dan keyakinan dari pasar bahwa manggis dari Indonesia, khususnya dari Bali ini higienis. Sehingga, kepercayaan dari pasar dapat meningkat,” kata Bagus saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke PT Narendra Mandara Sukses di Bali, Jumat (14/12/2018).

Legislator dapil Bali ini berharap, dengan peningkatan sarpras, badan karantina ini dapat seperti slogannya, yaitu tangguh dan terpercaya. Sebab, badan karantina merupakan kunci dasar dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.

“Selain itu, jika badan karantina kita kuat, maka bargaining position kita juga kuat, niscaya petani kita juga dapat lebih sejahtera,” tandas legislator Partai Golkar itu.

Hal senada diungkapkan oleh anggota Komisi IV DPR RI I Made Urip. Dia berharap buah manggis ini dapat meningkatkan pangsa pasarnya, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Yang perlu dilakukan adalah pemberdayaan petani manggis, yaitu bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksi manggis yang berkualitas,” imbuh legislator PDI-Perjuangan ini.

Selain itu, Made menyebutkan hal lain yang perlu dilakukan adalah penguatan modal bagi para petani manggis agar dapat difasilitasi oleh Pemprov Bali. Selanjutnya, kawasan manggis ini juga perlu diperluas, mengingat selama ini kawasan untuk penanaman manggis masih sangat kurang. Saat ini hanya ada di Tabanan, Buleleng, dan Badung Utara.

Terakhir, legislator dapil Bali ini menjelaskan, perlu kesinambungan dari ekspor itu sendiri. “Artinya, ekspor dapat berjalan semestinya sesuai dengan kebutuhan pangsa pasar,” katanya. (*)