Disperindag Denpasar Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar Rakyat

oleh
Kadis Perindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari saat meninjau penerapan protokol kesehatan di sejumlah pasar rakyat di Kota Denpasar. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar terus memantau penerapan protokol kesehatan di sejumlah pasar rakyat dan pasar tumpah yang ada di ibu kota Provinsi Bali ini. Kegiatan ini bertujuan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Denpasar.


Kadis Perindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari mengatakan jumlah pasar rakyat di Kota Denpasar sebanyak 50 pasar dan secara berkelanjutan dipantau ke seluruh pasar tersebut.

Tidak hanya di pasar rakyat dan pasar tumpah, kata dia, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha lainnya hingga pusat perbelanjaan.

Dengan sosialisasi tersebut, Sri Utari berharap semua pelaku usaha maupun pedagang di pasar rakyat dan pasar tumpah mengikuti protokol kesehatan berniaga yang telah diberikan oleh Gugus Tugas melalui Disperindag Kota Denpasar

“Dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan tersebut, masyarakat merasa aman, nyaman, dan tetap sehat dalam mempercepat pemutusan mata rantai COVID-19,” katanya.

Dia juga mengimbau seluruh pedagang untuk mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menggunkan face shield.

Meski demikian, kata Sri Utari, masih ada beberapa pedagang yang belum terbiasa menggunakan face shield. Namun, pihaknya terus memberikan sosialisasi dan pemahaman untuk perlindungan diri dan kesehatan.

“Dari upaya tersebut akhirnya semua pedagang menggunakan face shield selama berjualan,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya telat memantau penerapan protokol kesehatan di Pasar Sanglah, Pasar Phula Kerti, Pasar Kreneng, dan Pasar Renon.

“Kami bersama tim terpadu terus melaksanakan pemantauan serta monitoring, sehingga seluruh pasar di Kota Denpasar dapat menerapkan protokol kesehatan dan keamanan berniaga,” pungkasnya. (*/Sir)