Diskusi Revolusi Industri 4.0 di Nusa Dua Bali

oleh
Shell Technology Forum 2019 di The Mulia Hotel & Resort Nusa Dua Bali, Selasa (3/9/2019). (Val)
banner 300250

Nusa Dua, suarabali.com – Shell Lubricants Indonesia menggelar Shell Technology Forum 2019 bertema ‘Opertions and Maintenance, The Next Generation’. Acara ini dibuka oleh Sekertaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono di The Mulia Hotel & Resort Nusa Dua  Bali, Selasa (3/9/2019).

Forum ini merupakan bagian dari program Shell Expert Connect, yakni wadah baru untuk pengembangan inovasi dan kolaborasi yang digagas Shell untuk para pelaku industri.

Kegiatan tersebut dihadiri 300 peserta dari kalangan pemimpin perusahaan, pembuat kebijakan serta para ahli dari berbagai bidang industri di Indonesia.

Direktur PT Shell Indonesia Dian Andyasuri mengatakan Shell sebagai salah satu pemasok produk pelumas nomor satu di dunia dengan konsumen lebih dari 100 negara. Menurutnya, untuk menghasilkan solusi komprehensif pada era perubahan ini diperlukan kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan.

Sementara Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan melalui Making Indonesia 4.0, Indonesia tengah merevitalisasi sektor industri manufaktur yang sejak beberapa tahun terakhir memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Inovasi memiliki peran sangat penting dalam perkembangan industri dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia 4.0.

“Saya harap kegiatan seperti Shell Technology Forum dapat membantu meningkatkan wawasan pelaku industri, serta mendorong pengembangan potensi sumber daya manusia unggul Indonesia menuju masa depan,” katanya.

Tahun ini topik yang diangkat adalah seputar inovasi industri sebagai solusi dalam mengatasi tantangan energi global dari segi operasional dan pemeliharaan.

“Technology yang ditawarkan oleh Shell mengedepankan efisiensi energi untuk memperpanjang usia mesin. Sedangkan pelumas hanya berkontribusi sebesar 1-2% dari total biaya pemeliharaan. Namun, dengan mengoptimalkan penggunaan pelumas yang tepat di seluruh kegiatan operasional, pelaku bisnis bisa menghemat hingga 30% dari keseluruhan biaya operasional,” papar Dr.Cameron Easton, General Manager Shell Global Commercial Technology China&Asia Pasific.

Turut hadir sebagai pembicara dalam acara Shell Technology Forum tersebut, antara lain Kusmayanto Kadiman (mantan Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia), Handry Satriago (CEO GE Indonesia), Made Wahyu Wiratama (President Director INNIO Power Indonesia), Andre Darmidjas (Presiden Director Agrekko Indonesia), serta para pakar teknologi dari jaringan Shell Internasional. (Val)