Diseret Arus di Pantai Kuta, Sutarlan Ditemukan Tak Bernyawa

oleh
Korban tewas terseret arus di Pantai Kuta dievakuasi Tim SARabtu (11/11/2017) (Foto Ist)
banner 300250
Badung, suarabali.com – Seorang pria bernama Sutarlan (28) asal Temanggung Jawa Tengah terseret arus saat berenang bersama dengan teman-temannya di Pantai Kuta, Badung Bali Sabtu (11/11/2017).
Informasi yang dihimpun, Basarnas Kantor SAR Denpasar menyatakan, awal mula peristiwa nahas itu terjadi saat korban sedang asik berenang, tiba-tiba arus datang dan menyeret korban. Teman-temannya tak bisa berbuat banyak, karena dalam waktu singkat tubuh korban sudah tak terlihat.
Sebanyak 17 personil Kantor SAR dan KN SAR Arjuna Denpasar dikerahkan ke lokasi dengan mengunakan alat utama, satu unit rescue truck, rescue car type dan rubber boat, serta jetski dan peralatan SAR air.
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran dengan fokus utama di sekitar area korban terseret arus. Balawista juga menggunakan 1 unit rubber boat dan jetski untuk berupaya menemukan korban. Potensi SAR lainnya yang juga terlibat dalam proses pencarian diantarnya Balawista Badung, Polsek Kuta, Polair Kuta, Satgas Pantai Kuta, bersama dari pihak keluarga korban dan masyarakat setempat.
Setelah berjam-jam pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan tak jauh dari titik dimana ia tenggelam, berjarak beberapa meter dari bibir pantai. Ketika ditemukan tubuhnya sudah terbujur kaku dengan pakaian masih melekat di tubuhnya, kaos hitam serta celana pendek berwarna hijau. Selanjutnya korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Sanglah dengan menggunakan ambulance Balawista Badung.
Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana, yang saat ikut langsung  melaksanakan operasi SAR, mengatakan bahwa masyarakat harus lebih berhati-hati saat  beraktifitas di tempat-tempat yang beresiko terjadi bahaya.
“Tak ada yang pernah bisa memprediksi kondisi alam, untuk itulah kita harus lebih hati-hati,” ucapnya. Sabtu (11/11/2017).
Ardana menghimbau pada masyarakat saat berlibur di pantai jangan lupa menjaga keselamatan sehingga tak terjadi hal yang membahayakan.(Mkf)