Disdukcapil Badung Launching Kampung GISA di Petang

oleh
Wabup Badung Ketut Suiasa saat menghadiri acara Gerakan Indonesia Administrasi Kependudukan di Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Petang, Rabu (30/1/2019). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri acara Gerakan Indonesia Administrasi Kependudukan (GISA) yang dihelat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung di Banjar Kiadan Desa Pelaga, Petang, Rabu (30/1/2019).

Acara tersebut juga dihadiri anggota DPRD Badung I Nyoman Suka, Kepala Disdukcapil Nyoman Soka, perwakilan Disdukcapil Provinsi Bali, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Rasniathi Adi Arnawa, Plt. Camat Petang I Gst. Ngr. Suryajaya, perbekel se-Kacamatan Petang serta warga Desa Pelaga.

Kepala Disdukcapil Nyoman Soka mengatakan ada empat manfaat Kampung GISA, yaitu kepemilikan dokumen kependudukan, pemuktakhiran data pendududuk, pemanfaatan data kependudukan yang dipergunakan untuk semua kepentingan, melayani administrasi kependudukan menuju masyarakat yang bahagia.

Melalui GISA, dia berharap akan terbangun ekosisten pemerintah dan masyarakat yang sadar terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Tujuannya, kepuasan masyarakat dapat terwujud. Motto yang dilaksanakan, melayani masyarakat dengan hati, sepenuh hati, dengan progaram pelayanan Badung AKU SAPA (Badung Administrasi Satu Paket) seperti akta kelahiran, perkawinan, perceraian, kematian dan satu paket pembuatan KK, KTP, dan lain- lain.

Dia menjelaskan, dengan berbagai tim yang dibentuk untuk melayani masyarakat seperti tim jemput bola, pelayanan pencatatan sipil dijemput setiap hari Senin dan Kamis. Pelayanan keliling KTPL bagi lansia, orang sakit, orang gila, dan yang berada di rumah tahanan.

“Kami jemput untuk pembuatan administrasi penduduk secara online,” katanya.

Sementara Wabup Badung Ketut Suiasa mengatakan melalui GISA, Pemkab Badung selalu melakukan verifikasi data secara terus-menerus bersama seluruh jajaran terbawah sampai kelian dinas maupun kepala lingkungan untuk memastikan bahwa seluruh penduduk di Kabupaten Badung sudah memiliki kartu KK, KTP, dan Kartu Identitas Anak.

“Pemerintah melakukan layanan ini untuk melayani masyarakat dalam pembuatan identitas itu. Kami harus insten dan selalu berbuat, membuka ruang dan waktu untuk masyarakat dengan memberikan pelayanan yang baik,” jelasnya.

Menurut Suiasa, gerakan jemput bola itu tidak lagi pada level desa atau banjar,  tetapi sudah door to door dilayani. ” Pemkab Badung akan melayani apapun kondisi masyarakatnya, seperti kondisi tidak bisa bangun dan lansia akan dilayani di rumah masing- masing. Jadi, mereka tidak usah kemana- mana, petugas yang akan datang melayaninya,” ungkapnya. (*)