Direktur Reskrimum Polda Bali Ajak Mahasiswa Tolak Paham Radikalisme

oleh
BEM Unwar menggelar seminar nasional di kampusnya, Sabtu (21/7/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengajak mahasiswa untuk menjaga kampus tidak terpapar paham-paham radikalisme. Sebab, saat ini bangsa Indonesia sedang gencar memerangi paham radikalisme yang kini penyebarannya merambah ke dunia pendidikan, termasuk ke perguruan tinggi.

Kombes Pol. Andi Fairan menyampaikan hal itu saat tampil sebagai narasumber dalam seminar nasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Warmadewa (Unwar) di ruang Auditorium Widya Sabha Uttama, Unwar, Sabtu (21/7/2018).

Dalam seminar yang mengusung tema ‘Membangun Kebhinekaan, Keberagaman dan Anti Radikalisme’ ini juga menampilkan narasumber anggota Komisi VIII DPR RI dari Partai PDI Perjuangan I Gusti Agung Putri Astrid dan Ketua DPD KNPI Bali Nyoman Gede Antaguna.

Seminar tersebut merupakan wujud partisipasi elemen bangsa dalam membantu pemerintah melaksanakan diseminasi program kontra radikalisasi. Salah satu program kontra adalah menangkal perkembangan paham radikal melalui peningkatan kesadaran bagi masyarakat. Paham ini sangat berbahaya, karena dapat mengganggu stabilitas keamanan dan keutuhan NKRI.

Dalam paparannya, Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan bangsa Indonesia terbentuk dari beragam suku, budaya, agama, adat istiadat, dan ras. Masyarakatnya yang majemuk menjadikan Indonesia memiliki karakteristik yang unik. Jika masyarakat Indonesia tidak bisa membentengi diri, maka kemajemukan ini sangat rentan dipengaruhi oleh paham radikalisme yang ingin memecah belah persatuan NKRI.

“Ini harus diwaspadai. Kalau adik-adik mahasiswa dan generasi muda tidak mempunyai benteng pertahanan dari kelompok radikal terorisme,” katanya.

Dia juga memaparkan tentang upaya yang telah dilakukan Polda Bali dalam mengantisipasi masuknya paham radikalisme dan aksi teror ke Bali. Selain memperketat pengamanan di setiap pintu masuk dan memberantas aksi premanisme, kata dia, Polda Bali juga telah membentuk Satgas CTOC (Counter Transnational and Organized Crime), Tim Sabata dan Unit Cyber Crime.

Apa yang dilakukan Polda Bali dalam menjaga Bali mendapat apresiasi dari para mahasiswa. Terutama dalam pemberantasan premanisme yang dianggap cikal bakal aksi radikal. Kemudian, mahasiswa berharap kepada pihak kepolisian untuk melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi lagi aksi teror. (*/Sir)