Di PB3AS, Gubernur Bali Ajak Generasi Muda Mencintai Produk Lokal

oleh
Gubernur Bali Made Mangku Pastika ‘kampanye anti golput’ saat tampil di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (15/4/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika kembali memanfaarkan kegiatan Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (15/4/2018), untuk menyosialisasikan gagasannya. Kali ini, Gubernur Pastika mengajak generasi muda agar mencintai produk lokal.

Ajakan Pastika itu terkait dengan orasi Presiden BEM Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar Surya Bagnoli, yang menyoroti kurangnya minat generasi muda menggunakan produk lokal.

Menurut Pastika, kurangnya minat generasi muda menggunakan produk lokal, karena belum tumbuh rasa bangga menggunakan produk sendiri dan masih cenderung mengelu-elukan produk dari luar negeri. Selain itu, juga disebabkan kurang menariknya kemasan produk serta teknik pemasaran produk lokal yang terkadang tidak mengikuti perkembangan yang ada.

“Saat ini eranya marketing 4.0 dimana teknik ini mengombinasikan interaksi online dan offline untuk memenangkan advokasi konsumen. Untuk itu, kita bangun marketing yang sesuai dengan selera pasar tanpa menghilangkan akar budaya kita. Di sisi lain, kita pupuk juga rasa bangga dan kecintaan generasi muda terhadap produk lokal,” papar Pastika.

Pada bagian lain, Pastika juga mengajak generasi muda untuk berani tampil dan berbicara mengutarakan pendapat, serta meninggalkan perilaku bicara di belakang. Gubernur juga meminta generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri, sehingga tumbuh menjadi sumber daya mauasia yang andal dan profesional.

“Manfaatkan keberadaan panggung ini untuk belajar bicara, berani untuk tampil. Jangan koh ngomong. Kita harus berpikiran maju tanpa mencabut akar budaya kita sendiri,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ngakan Putu Putra, penulis buku Agama Hindu. Menurut dia, keterampilan untuk berani bicara dan mengemukakan pendapat harus terus dilatih. Dan, PB3AS inilah salah satu media untuk berlatih.

“Kalau pintar tapi tidak berani bicara itu tidak ada yang menganggap. Untuk itu, mulailah belajar untuk berani mengemukakan pendapat dan podium ini bisa sebagai tempat untuk berlatih,” katanya. (*/Sir)