Di Karangasem, Gubernur Koster Ajak Masyarakat Jaga Warisan Leluhur

oleh
Gubernur Bali I Wayan Koster saat simakrama dengan warga Banjar Tumpek, Desa Ababi, Abang, Karangasem, Bali, Minggu (4/11/2018). (Ist)
banner 300250

Karangasem, surabali.com – Sesuai janjinya saat kompanye, Gubernur Bali Wayan Koster sudah menyiapkan rencana kerja dan pembanguanan jangka menengah daerah dan aturan-aturan untuk membawa Bali lebih baik, terutama dalam kearifan lokal.

Wayan Koster menyampaikan hal itu saat simakrama dengan warga Banjar Tumpek, Desa Ababi, Abang, Karangasem, Bali, Minggu (4/11/2018).

Dalam wacananya, Gubernur Wayan Koster mengatakan, untuk tahap awal program yang sudah dilaksanakan dalam mendukung visi-misi Nangun Sat Kerti Loka Bali, salah satunya adalah menjaga bahasa, aksara, dan busana Bali agar kedepan tetap eksis dan di hormati.

Melalui Peraturan Gubernur, Wayan Koster juga menerapkan penggunaan aksara Bali untuk nama di kantor-kantor, perusahaan-perusahaan, sekolah, dan jalan-jalan. Sebab, itu merupakan simbol kebudayaan Bali yang harus dihormati dan dijaga kelestariannya.

“Ini merupakan program awal dari visi kami dan kedepan masih ada program-program yang masih dalam peroses penyelesaian,” imbuhnya.

Lebih jauh, Gubernur Koster mengungkapkan, sudah banyak tradisi Bali yang mulai redup karena zaman yang sudah mulai maju. Oleh sebab itu, dia mengajak semua elemen masyarakat dan generasi muda untuk membangkitkan apa yang sudah menjadi tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap eksis pada zaman sekarang.

“Saya juga mengajak semua generasi, khususnya krama Bali, untuk menjaga lingkungan agar Bali tidak tercemar karena sampah. Nanti kita adakan program-program seperti penghijauan agar Bali tetap sejuk,” ungkapnya.

Gubernur Koster juga nantinya akan mewajibkan setiap hotel dan restoran harus memakai buah lokal dan kerajinan lokal Bali. Dari sana akan terjadi perputaran uang dan hasil petani lokal tidak mengalami kerugian.

“Apalagi buah yang diminta oleh tengkulak-tengkulak dengan harga yang murah. Bila perlu kedepan kita buatkan program lomba-lomba pada saat panen buah lokal sekaligus pasarnya agar wisatawan asing kalau jalan-jalan di Bali bisa langsung ke pasar lokal Bali,” katanya. (*)