Di Gianyar, Pasar Tradisional Jadi Penyumbang Sampah Plastik Terbanyak

oleh
Kegiatan Bali Resik Sampah Plastik di Kabupaten Gianyar dilakukan secara serentak, Minggu (24/11/2019). (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar I Wayan Subawa menuding pasar tradisional sebagai penghasil sampah plastik terbanyak di Kabupaten Gianyar.


“Sebagian besar sampah plastik bersumber dari pasar tradisional,” kata Wayan Subawa saat aksi Bali Resik Sampah Plastik di Pantai Saba, Minggu (24/11/2019).

Hal itu, menurut dia, tidak lepas dari fungsi pasar tradisional sebagai pusat transaksi barang dagangan yang menggunakan tas plastik sebagai pembungkus.

Selain itu, kata Wayan Subawa, aturan pelarangan penggunaan tas plastik belum merambah pedagang pasar tradisional. Aturan diberlakukan hanya pada pasar modern.

“Sesudah aturan itu diterapkan di toko modern, mampu mengurangi sampah plastik mencapai kisaran angka 2 persen,” katanya.

Mengatasi permasalahan di pasar tradisional, Pemkab Gianyar mengambil langkah dengan membagikan tas belanja kepada pembeli di pasar tradisional.

“Dengan pembagian tas tidak sekali pakai ini, masyarakat agar membawa tas belanja setiap ke pasar” jelas Subawa seraya menambahkan kegiatan Bali Resik Sampah Plastik juga serentak dilakukan di pasar tradisional sambil membagikan tas belanja.

Langkah lainnya yang sedang digebrak adalah membuat tempat pengolahan sampah (TPS) dan bank sampah di masing-masing desa.

Saat ini, menurut dia,  baru lima desa yang sudah membangun TPS 3 R, yakni kurangi (reduce), pakai lagi (reuse), dan daur ulang (recycle). “Jika masing-masing desa mempunyai TPS, maka bisa mengurangi volume sampah ke TPA,” ujarnya.

Terkait prosedur pembuatan TPS 3R, Subawa menambahkan, desa cukup menyediakan lahan. Untuk pembangunan gedung beserta kelengkapan alat pengolahan sampah, pemerintah menggandeng pihak swasta untuk memberi bantuan sekaligus pendampingan. “Sekitar 500 juta lebih diperlukan biaya agar TPS di desa bisa beroperasi,” imbuh Subawa.

Saat ini TPS Padangtegal Ubud layak dijadikan percontohan, karena pengelolaannya yang sangat baik.

Sementara Plt. Kepala DLH Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengatakan, esensi gerakan Bali Resik Sampah Plastik adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan keberadaan sampah plastik melalui gerakan nyata pembersihan di seluruh desa di Kabupaten Gianyar.

Terkait kegiatan Bali Resik Sampah Plastik merupakan implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali  Pakai dengan menggelar Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah.

Kegiatan di Pantai Saba ini melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI/Polri, sekolah, dan masyarakat pecinta lingkungan. (*)