Di Bali, Jumlah Kriminalitas Tahun 2018 Naik 4 Persen

oleh
Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha. (ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Sepanjang tahun 2018, Polda Bali telah menangani tindak kriminalitas sebanyak 3.761 kasus. Dari jumlah itu, yang terselesaikan sebanyak 2.761 kasus. Sementara tahun 2017, jumlah kriminalitas yang ditangani sebanyak 3.606 kasus dengan jumlah penyelesaian sebanyak 2.751 kasus.

“Artinya, ada kenaikan jumlah kriminalitas sebanyak 155 kasus atau naik sekitar 4 persen dengan penyelesaian mengalami kenaikan sebanyak 10 kasus atau sekitar 0,004 persen,” kata Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha dalam kegiatan gelar operasional akhir tahun 2018 di Gedung Rupatama Polda Bali, Rabu (12/12/2018).

Kegiatan itu juga dihadiri sejumlah Pejabat Utama Polda Bali, para Kabagops dan Kapolsek Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Gelar operasional ini merupakan sarana bertukar informasi untuk menginventarisasi gangguan Kamtibmas maupun kendala yang dihadapi serta pemecahannya untuk dijadikan bahan analisa dan evaluasi terhadap kinerja yang telah dilaksanakan selama ini.

Kemudian, terkait Pemilu 2019, Wakapolda menyampaikan bahwa pesta demokrasi dalam rangka Pileg dan Pilpres berpotensi menimbulkan kerawanan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru 2019, kata dia, Polda Bali melaksanakan Operasi Cipta Kondisi III selama 11 hari pada 7-17 Desember 2018.

Berdasarkan agenda Kamtibmas tersebut, jenderal lulusan Akpol tahun 1989 ini meminta agar pelaksanaan gelar operasional juga dilaksanakan di tingkat Polres untuk dapat menganalisis dan mengevaluasi perkembangan gangguan Kamtibmas di wilayahnya.

Polri dibantu TNI dan beker jasama dengan seluruh stakeholder bertanggungjawab untuk menjaga, mengamankan, dan menyukseskan pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019.

“Terobosan kreatif Kapolda agar dioptimalkan pelaksanaanya di masing-masing wilayah. Para Kapolres membuat terobosan kreatif yang jump out of the box tanpa menyalahi peraturan yang berlaku demi tercapainya operasional Polri yang maksimal,” tegas Brigjen Pol. I Wayan Sunartha. (*)