Dewa Indra Tanggapi Kasus Tukang Suwun Positif Covid-19 yang Dipulangkan Tanpa Penanganan

oleh
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Seorang tukang suwun (buruh angkut) yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab terpaksa dipulangkan ke rumahnya di Banjar Uma Anyar, Desa Tamanbali, Bangli, karena ruang isolasi di RS Sanglah penuh.


Peristiwa tersebut sempat ramai diberitakan di media. Berdasarkan informasi yang beredar, warga Uma Anyar ini diantar kembali oleh tim medis ke rumahnya pada Minggu (19/4/2020). Saat ini yang bersangkutan berada di rumahnya. Sementara rencana rapid test terhadap keluarga yang sempat kontak erat batal dilakukan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan hal itu terjadi lantaran petugas Gugus Tugas Kabupaten Bangli tidak berkoordinasi dengan Gugus Tugas di Provinsi Bali. Padahal, kapasitas dan daya tampung rumah sakit yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Bali masih mencukupi.

“Saat ini RS PTN Unud masih bisa menampung, tersedia cukup ruang isolasi. Fasilitasnya akan terus ditambah secara bertahap dan saat ini sedang digarap yang di lantai 2,” kata Dewa Indra, Senin (20/4/2020) malam.

Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini mengambil langkah cepat dengan langsung menelpon Sekda Bangli, serta memerintahkan Kadis Kesehatan Provinsi Bali untuk berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan Kabupaten Bangli. Dari hasil koordinasi tersebut disepakati pada Selasa (21/4/2020) pagi pasien yang bersangkutan akan dijemput dan difasilitasi oleh Gugus Tugas Provinsi Bali untuk mendapat penanganan semestinya di RS PTN Unud.

Sebelumnya diberitakan, Kadis Kominfo Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa membenarkan jika warga tersebut dipulangkan. Untuk proses pemulangan dikawal oleh petugas dari Puskesmas Bangli. (*)