Dengar Suara Gemuruh di Gunung Agung, Belasan Warga Mengungsi ke Tanah Ampo

oleh
Belasan warga Banjar Telung Bhuana, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, mengungsi ke Posko Utama Tanah Ampo, Rabu (4/4/2018). (Ist)
banner 300250

Karangasem, suarabali.com – Entah karena erupsi lagi, suara gemuruh yang bersumber dari Gunung Agung membuat belasan warga Banjar Telung Bhuana, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, mengungsi ke Posko Utama Tanah Ampo,Rabu (4/4/2018) sekitar pukul 20.00 WITA.

Saat ini status gunung berapi di Pulau Dewata itu masih berada di level III atau siaga.

“Ada 16 orang dari 5 kepala keluarga yang datang mengungsi ke Tanah Ampo. Warga yang mengungsi, 9 orang dewasa, 4 balita, dan 3 remaja,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem, IB Ketut Arimbawa.

Menurut Arimbawa, warga mengungsi secara mandiri dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Mereka meminta izin untuk bermalam di Posko Utama Tanah Ampo, karena mendengar suara gemuruh dari Gunung Agung dan cuaca berkabut di arah lereng gunung.

“Warga bermalam di ruang rapat. Kami sediakan beberapa matras untuk dijadikan alas tidur,” katanya.

Arimbawa sudah menyarankan agar warga mengungsi ke Desa Amerthabuana, Selat, dan UPT Pertanian Rendang, Karangasem. Namun, warga menolak.

“Mereka mengatakan akan kembali ke rumahnya besok pagi sekitar pukul 05.00 WITA,” katanya.(Dsd/Sir)