Demi Keamanan, Aksi Parade Tauhid Batal Digelar di Surabaya

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Surabaya, suarabali.com –  Aksi Parade Tauhid yang sedianya digelar hari ini di Surabaya, Jawa Timur, ditunda. Hal ini diketahui dari maklumat yang beredar melalui pesan WhatsApp. Dalam maklumat yang ditulis atas nama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Mochammad Yunus, seperti diberitakan detik.com, tertulis adanya reschedule atau penjadwalan ulang aksi ini.

“Berdasarkan kesepahaman antara GUIB Jatim dengan Forum Pimpinan Daerah Jawa Timur dalam rangka mengeratkan ukhuwah, menghindari konflik, menjaga keamanan, ketenteraman dan ketertiban di Jatim. Dengan ini menyatakan Parade Tauhid untuk Jatim Damai Junjung Tinggi Kalimat Tauhid-Jaga NKRI reschedule,” tulis Sekjen GUIB Jatim Mochammad Yunus dalam maklumat melalui pesan WhatsApp, Jumat (2/11/2018).

Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait kapan aksi ini akan digelar, Yunus masih belum merespon.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera mengatakan jika sudah ada maklumat penundaan aksi, berarti memang benar aksi tersebut akan dibatalkan. “Menurut saya, kalau Ustaz Yunus sudah bilang dibatalkan ya batal itu aksinya,” imbuh Barung.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur juga menyebut aksi Parade Bela Tauhid yang sedianya hari ini digelar di Surabaya dibatalkan. Pembatalan ini terjadi melalui proses pembicaraan panjang.

“Saya baru mendapat informasi, jadi begini Insya Allah hari ini tidak jadi ada Parade Tauhid. Jadi ada kesepakatan bahwa tidak dilaksanakan, tapi ini pembicaraan proses panjang dan lama dari beberapa kali pertemuan,” ujar Ketua MUI Jatim Abdusshomad Bukhori.

Kiai Somad, sapaan akrabnya, mengatakan hal ini juga telah disepakati beberapa Ormas Islam di Jatim. Alasannya untuk menjaga suasana damai dan kondusif. “Saya kira kita menjaga suasana yang damai, kondusif dan aman tenteram di Jawa Timur,” lanjut Kiai Somad.

Bagi Kiai Somad, Parade Tauhid memang memiliki tujuan untuk menbangun kedamaian di Jatim. Namun, jika dikhawatirkan menimbulkan hal yang tak diinginkan, lebih baik tidak usah dilaksanakan.

“Nyatanya kalau Parade Tauhid Damai itu temanya jelas bagus, tapi mungkin suasananya atau ada hal-hal yang hanya khawatir saja untuk menimbulkan suatu hal yang tidak diinginkan. Nampaknya keputusannya lebih baik untuk tidak dilaksanakan,” tandas Kiai Somad.

Sebelumnya, dalam pesan yang ramai tersebar di WhatsApp, Parade Tauhid ini disebut akan diikuti 10 ribu hingga 15 ribu massa dari 78 ormas Islam di Jatim. Kesemuanya tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim.

Rencananya usai salat Jumat, massa aksi akan berkumpul di Masjid Al-Akbar Surabaya dan akan long march hingga ke depan Mapolda Jatim di Jalan Ahmad Yani. (*)