Danrem Cek Kondisi Rute Mandalika International Marathon 2018

oleh
Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani saat memeriksa ruas jalan yang akan digunakan pada even Mandalika International Marathon 2018. (Ist)
banner 300250

Lombok, suarabali.com – Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani memeriksa rute atau ruas jalan yang akan digunakan pada even The Indonesian National Armed Forces Mandalika International Marathon 2018 di wilayah Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (22/9/2018).

“Kami juga mengecek kondisi penginapan maupun perhotelan di daerah Kuta dan sekitarnya dalam keadaan baik pasca gempa,” kata Rizal.

Menurut dia, Mandalika International Marathon 2018 merupakan event bertaraf internasional yang akan diikuti puluhan ribu peserta dari mancanegara dan domestik, termasuk warga lokal. Sehingga, harus betul-betul disiapkan dengan melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas PU, dan pihak ITDC.

“Terkait dengan tempat penginapan dan perhotelan yang jumlahnya terbatas, tidak menutup kemungkinan sejumlah hotel yang ada di Mataram dan Lombok Barat akan digunakan peserta, mengingat jumlah pesertanya yang banyak,”  ungkap pria lulusan Akmil 93 itu.

Rizal juga mengimbau kepada masyarakat NTB, khususnya Lombok, agar menghadiri seluruh rangakaian kegiatan yang akan dimulai empat hari sebelum pelaksanaan lomba lari.

“Sebelum puncak kegiatan, ada bazaar, bakti sosial, karya bakti, pengobatan massal, malam seni budaya, demonstari terjun payung, demontrasi Yupiter Aerobatic dan malamnya ada panggung hiburan serta memperkenalkan destinasi pariwisata NTB”, sebutnya.

Rizal berharap lomba lari marathon Mandalika akan menggairahkan kembali dunia pariwisata di NTB, sehingga bisa bangkit kembali dari keterpurukan pasca gempa dengan prestasi yang gemilang seperti yang diwacanakan Gubernur NTB yang baru.

Sebelumnya, The Indonesian National Armed Forces Mandalika International Marathon 2018 akan dilaksanakan pada 23 September 2018. Namun, karena pertimbangan kondisi masyarakat Lombok masih berduka, pelaksanaannya diundur pada 4 November 2018. (*)