Cyclone V10, Penghisap Debu Tanpa Kabel dari Dyson

oleh
Cyclone V10. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Konsep nirkabel bukan cuma diadopsi oleh perangkat komunikasi, tetapi sudah lama diterapkan pada perabot elektronik rumah tangga. Dyson boleh dikatakan sebagai salah satu pionirnya. Sejak lebih dari satu dekade silam, perusahaan asal Inggris itu menawarkan beragam alat penghisap debu tanpa kabel. Tapi, kreasi baru mereka berpotensi merevolusi penyajian vacuum cleaner selamanya.

Dalam acara di kota Manhattan pada Selasa (6/3/2018) lalu, seperti dirilis dailysocial.id,  Dyson memperkenalkan alat penghisap debu cordless yang dibekali teknologi baru. Begitu yakinnya sang produsen pada kemampuan produk bernama Cyclone V10 tersebut, Dyson menyampaikan bahwa kehadirannya menandai akhir dari pengembangan vacuum cleaner berkabel mereka. Cyclone V10 juga diklaim memberikan jawaban atas kekurangan-kekurangan yang ada di penghisap debu ‘portable‘ generasi sebelumnya.

Konsep nirkabel bukan cuma diadopsi oleh perangkat komunikasi, namun sudah lama diterapkan pada perabot elektronik rumah tangga, dan Dyson boleh dikatakan sebagai salah satu pionirnya. Sejak lebih dari satu dekade silam, perusahaan asal Inggris itu menawarkan beragam alat penghisap debu tanpa kabel. Tapi kreasi baru mereka berpotensi merevolusi penyajian vacuum cleaner selamanya.

Dalam acara di kota Manhattan hari Selasa kemarin, Dyson memperkenalkan alat penghisap debu cordless yang dibekali teknologi baru. Begitu yakinnya sang produsen pada kemampuan produk bernama Cyclone V10 tersebut, Dyson menyampaikan bahwa kehadirannya menandai akhir dari pengembangan vacuum cleaner berkabel mereka. Cyclone V10 juga diklaim memberikan jawaban atas kekurangan-kekurangan yang ada di penghisap debu ‘portable‘ generasi sebelumnya.

Cyclone V10 menyajikan arahan desain yang familier. Mesinnya berada di dekat tangan Anda, diaktifkan dengan menekan pelatuk ala pistol. Lalu, kepala pembersih tersambung ke bagian tersebut melalui pipa – bagian-bagian ini bisa dilepas dan disesuaikan buat membersihkan jenis permukaan berbeda. Tentu saja rancangannya memperoleh upgrade: Cyclone V10 mempunyai bobot 125g, lebih enteng 25g dibanding model tahun 2009.

Performanya jelas lebih bertenaga. Cyclone V10 mengusung motor elektrik generasi baru sebagai jantungnya, mampu menghisap kotoran 40 persen lebih efektif dari Dyson V8. Perangkat ini dipersenjatai oleh motor 290-Watt (versi lawasnya cuma 85-Watt), lalu bagian batang berbahan bajanya digantikan keramik, memangkas bobotnya sembari menggandakan ketangguhannya.

Saat vacuum cleaner diaktifkan, debu dan kotoran (sampai sekecil 0,3-micron) akan segera dihisap dari bagian kepala dan berputar di ruang pembersihan berkat tarikan berkecepatan 200km per jam. Perusahaan turut memodifikasi mekanisme pembuangan kotoran, sehingga lebih sederhana dan memperkecil peluang untuk mengotori tangan Anda.

Konsep nirkabel bukan cuma diadopsi oleh perangkat komunikasi, namun sudah lama diterapkan pada perabot elektronik rumah tangga, dan Dyson boleh dikatakan sebagai salah satu pionirnya. Sejak lebih dari satu dekade silam, perusahaan asal Inggris itu menawarkan beragam alat penghisap debu tanpa kabel. Tapi kreasi baru mereka berpotensi merevolusi penyajian vacuum cleaner selamanya.

Dalam acara di kota Manhattan hari Selasa kemarin, Dyson memperkenalkan alat penghisap debu cordless yang dibekali teknologi baru. Begitu yakinnya sang produsen pada kemampuan produk bernama Cyclone V10 tersebut, Dyson menyampaikan bahwa kehadirannya menandai akhir dari pengembangan vacuum cleaner berkabel mereka. Cyclone V10 juga diklaim memberikan jawaban atas kekurangan-kekurangan yang ada di penghisap debu ‘portable‘ generasi sebelumnya.

Cyclone V10 menyajikan arahan desain yang familier. Mesinnya berada di dekat tangan Anda, diaktifkan dengan menekan pelatuk ala pistol. Lalu, kepala pembersih tersambung ke bagian tersebut melalui pipa – bagian-bagian ini bisa dilepas dan disesuaikan buat membersihkan jenis permukaan berbeda. Tentu saja rancangannya memperoleh upgrade: Cyclone V10 mempunyai bobot 125g, lebih enteng 25g dibanding model tahun 2009.

Performanya jelas lebih bertenaga. Cyclone V10 mengusung motor elektrik generasi baru sebagai jantungnya, mampu menghisap kotoran 40 persen lebih efektif dari Dyson V8. Perangkat ini dipersenjatai oleh motor 290-Watt (versi lawasnya cuma 85-Watt), lalu bagian batang berbahan bajanya digantikan keramik, memangkas bobotnya sembari menggandakan ketangguhannya.

Saat vacuum cleaner diaktifkan, debu dan kotoran (sampai sekecil 0,3-micron) akan segera dihisap dari bagian kepala dan berputar di ruang pembersihan berkat tarikan berkecepatan 200km per jam. Perusahaan turut memodifikasi mekanisme pembuangan kotoran, sehingga lebih sederhana dan memperkecil peluang untuk mengotori tangan Anda.

Kelemahan terbesar penghisap debu cordless umumnya terletak pada daya tahan baterai. Menariknya, Dyson tidak mencantumkan baterai berkapasitas super-besar di Cyclone V10 (yang artinya berpeluang menambah berat). Mereka malah fokus pada pengelolaan penggunaannya. Menurut Dyson, efektivitas proses hisap jauh lebih penting dari daya tahan baterai. Meski demikian, kabarnya model ini bisa menemani Anda bebersih selama 60 menit.

Dyson Cyclone V10 rencananya akan mulai dipasarkan pada bulan April 2018, dijajakan di harga retail US$ 700.

Dari yang saya baca, upgrade bukan cuma diterapkan pada bagian motor, tapi juga di bulu-bulu pembersih (bahannya mirip beludru, diselingi serat karbon) supaya lebih maksimal melepas kotoran yang menempel erat di karpet/lantai akibat listrik statis. (*)