Cyber Indonesia Laporkan Ratna Sarumpaet dan Prabowo ke Polda Metro Jaya

oleh
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Cyber Indonesia melaporkan sejumlah tokoh nasional dan politisi ke Polda Metro Jaya, Rabu (3/10/2018) pukul 18:00 WIB. Mereka dilaporkan terkait informasi hoax penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet.

“Kami akan melaporkan Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon, Rachel Maryam, Hanum Rais, Naniek S. Dayang, dan Dahnil Anzar Simanjuntak terkait informasi hoax dan penyebarannya ke Polda Metro Jaya,” kata Habib Muannas Alaidid, Ketua Umum Cyber Indonesia.

Habib Muannas Alaidid mengatakan pihaknya melaporkan Ratna Sarumpaet yang diduga kuat sebagai pelaku utama dan penyebarnya, baik di media sosial, media online, dan televisi.

Sementara Rachel Maryam, Hanum Rais, dan Naniek S. Dayang dilaporkan ke polisi, karena diduga kuat penyebar hoax di media sosial seperti twitter dan facebook.

“Fadli Zon, Dahnil Simanjuntak, dan Sandiaga Uno dilaporkan sebagai penyebar hoax di media online. Sementara Prabowo Subianto bisa diduga sebagai penyebar hoax di televisi melalui konferensi pers,” tambah Habib Muannas.

Selain bukti-bukti berupa screenshots dari akun-akun medsos dan media online, kata Habib Muannas, pihaknya juga menyerahkan bukti video yang berasal dari pengakuan langsung Ratna Sarumpaet.

“Kami juga mengajukan dua saksi, Mohamad Guntur Romli dan Aulia Fahmi dalam laporan ini. Kami percayakan pada polisi terkait informasi hoax dan penyebarannya agar kita fokus membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sulawesi Tengah,” kata Habib Muannas.

Dia menjelaskan, dasar pelaporan itu adalah UU No. 1 Tahun 1946 Pasal 14 dan Pasal 15 tentang Penyebaran Berita Bohong dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara. “Selain itu, UU ITE Pasal 28 ayat 2 dengan ancaman maksimal 6 penjara,” pungkasnya. (Tjg)