Cok Ace Dukung APPBIPA Ajarkan Budaya Bali kepada Penutur Asing

oleh
Wagub Bali Cok Ace saat menerima kunjungan Ketua APPBIPA Bali Nengah Sukarnata di ruang kerjanya, Selasa (27/11/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mendukung upaya Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Bali untuk mengajarkan bahasa Indonesia sekaligus budaya kepada para penutur asing.

Hal itu diungkapkan Wagub Bali Cok Ace saat menerima Ketua APPBIPA Bali Nengah Sukarnata di ruang kerjanya, Selasa (27/11/2018).

Mengawali pertemuan, Ketua APPBIPA Bali Nengah Sukarnata mengatakan APPBIPA merupakan organisasi profesi yang beranggotakan pengajar BIPA dan pegiat BIPA, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Untuk di Indonesia, kata dia, organisasi ini sudah ada di 13 provinsi. Sedangkan di luar negeri, cabang APPBIPA ada di Thailand, Jerman, dan Jepang.

Dia menjelaskan, berdirinya organisasi tersebut bertujuan untuk memartabatkan bahasa Indonesia dan memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada orang asing. Berbagai program kerja APPBIPA, di antaranya pelatihan bagi pengajar BIPA, penguatan kerjasama dengan pemangku kepentingan, pengembangan kerjasama dengan luar negeri pengguna BIPA, peningkatan kesadaran berbahasa Indonesia serta pengembangan bahan ajar yang berbasis kearifan lokal.

“Saat ini banyak tenaga kerja asing yang masuk tanpa memiliki keterampilan berbahasa Indonesia, apalagi mengetahui budaya Bali. Untuk itu, penting kiranya ada payung hukum yang jelas terkait sertifikasi serta standarisasi tenaga kerja asing tersebut,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Bali menyatakan dukungannya terkait pentingnya sertifikasi dan kualifikasi yang jelas terkait tenaga kerja asing yang bekerja di Bali. Tidak hanya mempelajari  bahasa Indonesia, penting bagi tenaga kerja asing untuk mengetahui budaya Bali, sehingga mereka bisa bersosialisasi dengan baik di tengah-tengah masyarakat.

Jika nanti kembali ke negara asalnya, mereka bisa mempromosikan budaya Bali secara tepat pula. “Sekarang ini banyak guide asing yang lancar berbahasa Indonesia, tetapi tidak tahu budaya Bali dengan benar. Sehingga, informasi yang masuk ke wisatawan menjadi salah. Untuk itu, selain mengajarkan bahasa, unsur budaya penting untuk dipelajari bagi penutur asing,“ tuturnya. (*)