Cegah Virus ASF, Karantina Surabaya Tahan Daging Babi Tak Bersertifikat

oleh
banner 300250

Surabaya, suarabali.com – Untuk mencegah masuknya virus African Swine Fever (ASF) ke Indonesia, petugas Karantina Pertanian Surabaya yang bertugas di Terminal 2 Bandara Juanda, berhasil mengamankan daging babi beku sebanyak 18 kilogram tanpa disertai dokumen karantina, Jumat (25/10/2019).


Daging babi beku yang dibawa langsung oleh pemiliknya ini berasal dari Italia untuk kepentingan konsumsi.

“Walaupun daging babi beku ini merupakan barang tentengan dengan jumlah yang tidak terlalu banyak,  tetapi wajib disertai sertifikat sanitasi produk hewan dari negara asalnya dan dilaporkan ke petugas karantina di negara tujuan,” ujar Indra, petugas karantina yang menahan daging babi tersebut.

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus melakukan upaya pengawasan dan pencegahan masuknya virus ASF atau demam babi Afrika ke Indonesia.

Daging babi merupakan komoditas pertanian yang memiliki risiko membawa penyakit ASF, sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaannya.

Kewaspadaan terhadap pengiriman atau lalu lintas hewan babi dan produknya bertujuan untuk mencegah masuk dan tersebarnya penyakit ASF di Indonesia mengingat Indonesia masih bebas ASF.

Saat ini ASF masih menjadi perhatian khusus, karena belum ada di Indonesia tetapi telah terjadi wabah di negara tetangga dan beberapa negara di Asia.

Tingkat kesakitan dan kematian mencapai 100% dan belum ada obat ataupun vaksin untuk mengatasi ASF.

Virus ASF juga tidak dapat dimusnahkan dalam daging lewat pengawetan. Virus akan bertahan dalam beberapa bulan pada media daging mentah maupun daging beku.

Kerugian yang ditimbulkan akan sangat besar jika ASF sampai masuk ke Indonesia. Untuk itu, diharapkan kerja sama dari semua sektor untuk mencegah masuknya penyakit ini. (*)