Cegah Penyebaran Hoaks, Menkominfo Dukung Polisi Pantau Grup WhatsApp

oleh
Menkominfo Rudiantara. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mendukung pihak Kepolisian melakukan patroli di grup WhatsApp. Sebab, belakangan diketahui penyebaran berita bohong atau hoaks trennya sudah beralih ke grup perpesanan instan.

Meski demikian, Menkominfo Rudiantara menjelaskan bahwa patroli yang dilakukan bukan berarti polisi berkeliaran secara bebas keluar-masuk grup WhatsApp.

Polisi baru akan masuk ke dalam grup jika ada anggota grup tersebut yang diketahui berbuat kriminal. Rudiantara mengatakan, polisi bisa mengetahui apakah ada tindakan kriminal atau tidak di grup tersebut melalui delik aduan dan delik umum, kemudian meminta bantuan kepada Kominfo.

“Saya dukung, dengan catatan tadi bahwa memang harus ada yang berbuat kriminal. Bukan asal patroli. Karena begini, media sosial jelas ranah publik, kalau WhatsApp (percakapan) berdua itu ranahnya pribadi. Kalau grup, itu di antaranya menurut saya,” ungkap Rudiantara.

Dia menjelaskan, masuk ke grup WhatsApp yang anggotanya diduga berbuat kriminal tidak melanggar privasi.

“Kalau dianggap melanggar privasi, terus melanggar hukum, apa enggak boleh polisi masuk? Penegakan hukum gimana? Ya, enggak boleh terkenalah (dihambat) penegakan hukum itu,” jelas Rudiantara. (*)