Cegah Konflik Saat Pilkada, Wakapolda Bali Simakrama dengan Masyarakt Klungkung

oleh
Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Gede Alit Widana saat simakrama dengan tokoh masyarakat Klungkung di Puri Den Bencingah, Selasa (13/3/2018). (Ist)
banner 300250

Klungkung, suarabali.com – Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Gede Alit Widana menghadiri simakrama dengan para tokoh masyarakat Klungkung di Puri Den Bencingah, Klungkung, Selasa (13/3/2018). Simakrama ini bertujuan untuk memastikan Pilkada Serentak 2018 di Bali berjalan dengan aman dan damai.

Kegiatan simakrama tersebut dihadiri para para Penglingsir Puri Klungkung Ida Dalam Semara Putra, Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua PHDI Bali Prof. DR. I Gusti Ngurah Sudiana, Ketua KPU Provinsi Bali Kadek Wirati, Ketua Bawaslu Provinsi Bali I Ketut Sunadra, Kapolres Klungkung AKBP Bambang Tertianto, Wakapolres Klungkung Kompol I Ketut Widiada, para bendesa se-Kabupaten Klungkung, serta para tokoh agama dan tokoh pemuda Klungkung.

Wadir Binmas Polda Bali AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni mengatakan pelaksanaan simakrama Kamtibmas ini bertujuan mengajak masyarakat Klungkung untuk menyukseskan Pilkada 2018 agar semua tahapan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.

Sementara Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Gede Alit Widana mengajak dan mengimbau seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk bersinergi menjaga keamanan di wilayah masing-masing. Sehingga, Pilkada Serentak 2018 berjalan dengan aman dan damai.

Wakapolda mengatakan Polri sebagai leading sector selalu berkomitmen dalam meningkatkan keamanan dan bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

“Kontestasi politik dalam Pilkada Serentak tahun 2018 tidak menutup kemungkinan adanya peningkatan suhu politik, polarisasi masyarakat yang akan menimbulkan konflik sosial. Terlebih lagi, apabila isu-isu primordialisme dijadikan untuk memenangkan kontestasi politik,” ungkapnya.

Setiap tahapan sudah dimulai. Untuk itu, Alit Widana mengharapkan semua pihak dapat menyikapi dengan cerdas dan bijak. “Perbedaan pilihan dan pandangan jangan dipakai untuk memicu masalah hingga sampai timbulnya komplik,” tegas jendral bintang satu ini.

Kegiatan simakrama tersebut juga diisi dengan diskusi bersama narasumber seperti Ketua FKUB Bali, Ketua PHDI Bali, KPU Bali, dan Bawaslu Provinsi Bali.

Kegiatan diakhiri dengan pengucapan deklarasi damai “menolak penyebaran berita hoaks dan mendukung Polri dalam penegakan hukum untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang, saat, dan sesudah pelaksanaan Pilkada”. (Sir)