Catat! Ini Jadwal Pasar Murah di Kabupaten Gianyar

oleh
Pemkab Gianyar menggelar pasar murah di Pasar Blahbatuh, Selasa (15/5/2018). (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemkab Gianyar menggelar pasar murah di sejumlah pasar umum di tujuh kecamatan. Pasar murah ini digelar secara bergilir dan diawali di Pasar Blahbatuh pada Selasa (15/5/2018).

Pasar murah selanjutnya dilaksanakan di Pasar Sukawati pada Rabu (16/5/2018), Pasar Umum Ubud pada Kamis (17/5/2018), Pasar Umum Tegallalang pada Jumat (18/5/2018), Pasar Umum Tampaksiring pada Senin (21/5/2018), Pasar Umum Payangan pada Selasa (22/5/2018), dan terakhir di Pasar Umum Gianyar pada Rabu (23/5/2018).

Hasil pantauan, pasar murah yang dibuka pukul 08.00 WITA di areal parkir Pasar Blahbatuh, langsung diserbu masyarakat. Berbagai jenis sembako dijual, mulai dari beras kualitas premium dengan harga Rp 10.400 per kilogram, minyak goreng Rp 12.600 per liter, gula pasir Rp 11.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp 7.400 per kilogram.

“Kami memang rutin menggelar pasar murah, terutama menjelang hari raya agama dengan tujuan meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba, yang ikut memantau pelaksanaan pasar murah di Pasar Blahbatuh.

Dia berharap pasar murah hasil kerja sama dengan Perum Bulog Provinsi Bali ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok yang harganya di bawah harga pasar, tapi tetap dengan kualitas terjamin.

Menurut dia, aktivitas ini mendekatkan produsen kepada konsumen, sekaligus memotong jalur distribusi. Sehingga, konsumen dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga terjangkau. Pengusaha kecil dan menengah  juga dapat mempromosikan produknya.

Nyoman Darmini, pengunjung pasar murah, mengaku keberadaan pasar murah membantu dirinya dengan ekonominya yang pas-pasan. Wanita asal Blahbatuh ini mengaku belanja di pasar murah, dia dapat menghemat pengeluaran.

Dia berharap pemerintah menggelar pasar murah secara kontinyu, tidak hanya menjelang Galungan, tapi juga hari-hari keagamaan lainnya di Bali. (*/Sir)