Cari Peluru Nyasar, Hari Ini Polisi Kembali Sisir Gedung DPR

oleh
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol. Roma Hutajulu saat mengecek peluru nyasar di Gedung DPR. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol. Roma Hutajulu bersama jajarannya kembali menyisir seluruh lantai Gedung Nusantara I yang menghadap ke arah lapangan tembak Perbakin.

Kombes Pol. Roma Hutajulu mengatakan sejak Rabu (17/10/2018),  ada dua tambahan bukti baru yang telah disampaikan kepada rekan-rekan media. “Yang di lantai 20 belum ditemukan proyektil pelurunya, sedangkan yang dilantai 10 sudah ditemukan. Sejak kemarin tim bergerak terus melakukan penyisiran dan mencari proyektil yang ada di lantai 20 itu. Dan tim juga telah menemukan proyektil yang ada di lantai 9,” ucap Roma Hutajulu, Kamis (18/10/2018).

Dia menyampaikan, penyisiran kali ini untuk mencari proyektil yang belum ditemukan di lantai 20, sekaligus memastikan dan mencari kembali apakah ada peluru-peluru nyasar lain yang bisa ditemukan di luar yang sudah disampaikan.

“Untuk yang di kamar 6017, kita belum dapat memastikan, apakah hanya sebatas benjolan (pada plat plafon) saja. Untuk itu, atas seizin pihak Sekretariat Jenderal DPR RI kita akan masuk untuk memastikan,” terangnya.

Sisi selatan Gedung Nusantara I yang menghadap ke arah lapangan tembak cukup luas. Tim akan menyisir dari lantai 1 sampai lantai 23.  “Kemarin sebagian sudah kita sisir, dan ditemukan proyektil juga di lantai 9. Dan hari ini kita pastikan kembali semua lantai pada sisi selatan yang berhadapan dengan lapangan tembak. Saat ini, tim sedang bergerak semua. Ada dua tim yang melakukan penyisiran, yang terdiri dari Pamdal, Bagian Indentifikasi Polda dan Polres, dan Labfor,”

Sementara Kepala Biro Pemberitaan Parlemen YOI Tahapari mengatakan tahap penyisiran kembali dilakukan menyusul penemuan bukti adanya kejadian peluru nyasar di lantai 10 dan 20.

“Kemudian, ada informasi juga di lantai 9. Oleh karenanya, kita mencoba untuk kembali melakukan penyisiran guna memastikan apakah masih ada bukti peluru nyasar lainnya,” jelas pria yang akrab disapa Hanny itu, Kamis (18/10/2018).

Dia mengatakan Sekretariat Jenderal DPR RI tetap meminta bantuan pihak kepolisian. “Dalam penyisiran kali ini, kita belum bisa memberikan kepastian, apakah betul ada bukti baru yang ditemukan. Kita memulai penyisiran dari lantai 6 dan akan terus kita lakukan hingga tuntas pada hari ini,” ujarnya.

Terkait adanya lubang yang terdapat di bagian luar plafon gedung di depan ruang nomor 6017 yang merupakan kamar kerja anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon, Hanny menyatakan belum bisa memastikan kebenarannya, karena masih harus menunggu hasil valid dari tim identifikasi dan Labfor Polri. (*)