Cabor Bulu Tangkis Gunakan Teknologi Hawk Eye di Asian Games 2018

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Cabang olahraga bulu tangkis kemungkinan bakal menggunakan inovasi baru pada Asian Games 2018. Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto mengatakan cabang olahraga bulu tangkis kemungkinan akan menggunakan teknologi hawk eye atau mata elang di TV Court atau lapangan untuk siaran televisi. Teknologi ini belum pernah digunakan di Asian Games.

Teknologi hawk eye menggunakan kamera berkecepatan tinggi (high frame rate cameras). Sistem ini bekerja menggunakan banyak kamera berkemampuan tinggi, biasanya diposisikan di bawah atap stadion yang melacak bola dari sudut yang berbeda. Video dari kamera kemudian dikalkulasi dan dikombinasikan untuk membuat representasi tiga dimensi dari lintasan bola.

Menurut Sekretaris jenderal PBSI, pembiayaan untuk penerapan teknologi tersebut memang cukup mahal. Pembiayaan dilakukan secara patungan antara Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC) dan pihak-pihak lain.

“Rencananya ada dua lapangan yang menggunakan teknologi hawk eye. Biayanya untuk satu lapangan senilai Rp 87 juta  per hari. Kalau dua lapangan berarti Rp 174 juta per hari,” ujar Achmad Budiharto seperti dilansir liputan6.com.

“Biasanya di Asian Games pakai swiss score. Sedangkan kalau untuk hawk eye itu pakainya tournament software. Kami sudah mengusulkan untuk memakai hawk eye ke bidang pertandingan. Untuk sementara sudah disetujui,” imbuhnya.

Budi mengatakan PBSI punya alasan khusus terkait usulan penggunaan hawk eye tersebut. “Fairplay harus dijaga. Meskipun jadi tuan rumah, jangan menggunakan kesempatan dalam kesempatan. Pokoknya harus menekankan fairplay,” ujar Budi.

Keputusan penjaga garis bisa di-overruled jika ternyata tayangan ulang pertandingan menunjukkan hal sebaliknya. Dengan teknologi ini, pemain diberi kesempatan untuk melihat tayangan ulang jatuhnya shuttlecock (kok) jika keputusan hakim garis diragukan pemain.

Teknologi hawk eye terbukti penting dalam sebuah pertandingan olahraga. Dengan penggunaan teknologi ini, bulutangkis mengikuti cabang olahraga tenis yang telah dahulu menggunakan teknologi hawk eye. Teknologi ini diharapkan dapat menghadirkan pertandingan yang berjalan secara adil. (*)