Buruh Gianyar Santuni Pelajar Miskin dan Penyandang Disabilitas

oleh
Federasi Serikat Pekerja Cabang Gianyar memberikan bantuan kepada pelajar dan penyandang disabilitas di Wantilan Jaba Pura Dalem Agung, Banjar Kawan Tengah, Desa Tampaksiring, Gianyar, Selasa (1/5/2018). (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Nuansa perayaan Hari Buruh tampak berbeda di Kabupaten Gianyar. Federasi Serikat Pekerja (FSP) Cabang Gianyar merayakan May Day  dengan kegiatan sosial di Wantilan Jaba Pura Dalem Agung, Banjar Kawan Tengah, Desa Tampaksiring, Gianyar, Selasa (1/5/2018).

Bekerjasama dengan Pemkab Gianyar, FSP membagikan bingkisan kepada 56 siswa-siswi sekolah dasar berprestasi yang kurang mampu. FSP juga memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas di Yayasan Cahaya Mutiara Ubud dan Yayasan Kesayan Ikang Papa. Mereka juga menggelar kegiatan donor darah.

Ketua Serikat Pekerja Pariwisata (SP-Par) Gede Oka Budhiartawan mengatakan Hari Buruh Internasional harus dimaknai dengan berbagi bersama, bukan menggagas demo. Bahkan, dia menegaskan SP-Par bukan musuh pengusaha yang hanya bisa menuntut, tetapi merupakan mitra pengusaha itu sendiri.

“Melalaui kegiatan ini, kami juga ingin mengubah mindset pengusaha yang takut untuk membuat serikat.  Serikat Pekerja merupakan partner untuk memajukan perusahaan. Karena perusahaan maju, karyawan juga ikut sejahtera ” ujarnya.

Untuk itu, Gede Oka berharap kedepannya akan muncul serikat-serikat baru untuk berbagi dan berdiskusi demi memajukan perusahaan dan kesejahteraan pekerja atau buruh.

Ketua panitia acara, Anak Agung Dalem Jagadhita, mengatakan peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini mengusung tema may day is fun day . Maksudnya, peringatan Hari Buruh ini dijadikan sebagai hari yang menyenangkan melalui kegiatan bakti sosial. Bagi para pekerja, diijadikan sebagai semangat solidaritas dan produktivitas.

Menyinggung tujuan peringatan Hari Buruh, Dalem Jagadhita mengatakan untuk menciptakan sinergitas di antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Memperkuat kebersamaan, persaudaraan, jiwa kebangsaan sebagai alat pemersatu bangsa, memperkuat kebhinekaan dan meningkatkan ketahanan sosial, khususnya bagi pekerja buruh. (*/Sir)