Buronan Kejati Lampung Ditangkap di Bali

oleh
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Petugas Kejati Bali menangkap Sugiarto Wiharjo alias Alay di salah satu hotel di Kawasan Tanjung Benoa, Denpasar, Rabu (6/2/2019).

Alay sudah lama menjadi buron Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, karena tersandung kasus korupsi APBD Lampung Timur (Lamtim) senilai Rp 108 miliar.

Alay dibawa ke Kantor Kejati Bali di Jalan Tantular Renon, Denpasar, menggunakan mobil Toyota Innova.

Setiba di Kantor Kejati Bali, Alay yang mengenakan kaos hitam dan menggunakan topi biru langsung dibawa ke sebuah ruangan di lantai dua untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter RS Bali Mandara.

Saat ini, pihak Kejati Bali sedang menunggu petugas dari Lampung yang menangani kasus tersebut guna menjemputnya dan membawa pulang Alay ke Lampung.

“Kita masih nunggu dari Lampung yang mau jemput dia. Bisa hari ini, bisa besok baru datang kalau besok datangnya ya kita tahan dulu di ruang tahanan,” ucap sumber di Kejati Bali seperti dikutip dari tribunlampung.co.id.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis hukuman 18 tahun penjara terhadap Bos Tripanca Group, Sugiarto Wiharjo alias Alay.

Sebelumnya, Alay telah dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang.

Alay lalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Lampung, yang kemudian menguatkan putusan PN. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan Kasasi ke MA.

Dengan vonis 18 tahun, artinya Alay harus kembali mendekam dalam penjara. Namun, upaya untuk mengeksekusi Alay agar masuk ke penjara bukan perkara mudah. (*)