Budi Daya Terumbu Karang di Bali Berpotensi Tingkatkan Devisa

oleh
Anggota Komisi IV DPR Mahfuz Sidik saat mengunjungi budi daya terumbu karang dan ikan hias di PT Dinar Darum Lestari, Kuta, Badung, Bali, Sabtu (13/4/2018). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Sebagian besar aktivitas perdagangan terumbu karang untuk kebutuhan akuarium hias ada di Bali. Upaya pembudidayaan terumbu karang ternyata memiliki potensi pasar ekspor yang luar biasa. Apalagi, pasar Eropa menyerap hasil budi daya terumbu karang yang sangat besar.

Anggota Komisi IV DPR Mahfuz Sidik menilai, jika potensi tersebut dikembangkan, maka akan meningkatkan devisa.

“Kalau ini bisa dikembangkan dan kemudian pemerintah mengambil kebijakan yang insentif, saya pikir ini peluang untuk peningkatan devisa. Karena pembudidayaan terumbu karang juga menjadi cara lain untuk pelestarian habitat terumbu karang yang ada di Indonesia,” kata Mahfuz saat mengikuti kunjungan kerja Komisi IV DPR ke PT Dinar Darum Lestari di Kerobokan, Kuta Utara, Bali, Sabtu (13/4/2018).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menambahkan, dari data sekitar 50 asosiasi yang terhimpun di Bali, total nilai ekspor mencapai Rp 200 miliar. Kendati masih skala kecil, menurut dia, bisnis ini mempunyai prospek yang besar jika berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Jika KLHK bisa memberikan prioritas lebih kepada usaha pembudidayaan terumbu karang dan bersinergi dengan pelestarian habitat terumbu karang, maka bukan saja bisa meningkatkan volume ekspor dan devisa negara, tapi juga kekhawatiran tentang rusak dan punahnya habitat terumbu karang bisa kita atasi,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi IV DPR Darori Wonodipuro menambahkan, masih tingginya permintaan koral alam dari negara luar diperlukan pengawasan yang baik untuk menghindari penyeludupan koral secara ilegal.

“Perkembangannya dengan pembinaan aturan yang dipermudah oleh pemerintah, maka masyarakat yang dulu tidak sampai 10 persen, sekarang sudah 50 persen lebih mengadakan penangkaran ataupun budi daya koral,” tandas politisi Partai Gerindra itu. (*/Sir)