Brigjen Pol. Syaiful Zachri Gugur Saat Tugas Pengamanan Pemilu

oleh
Brigjen. Pol. Drs. Syaiful Zachri, MM. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Polri berbelasungkawa atas meninggalnya Brigjen. Pol. Drs. Syaiful Zachri, MM.  Jenderal polisi bintang satu ini gugur dalam tugas saat mengamankan Pemilu 2019.

“Yang bersangkutan gugur saat menjalankan tugas dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu 2019. Almarhum adalah Ketua Tim Asistensi Operasi Mantap Brata untuk wilayah Polda Nusa Tenggara Timur,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Dedi Prasetyo, Jumat (19/4/2019).

Syaiful Zachri meninggal di RS Siloam Labuan Bajo, Nusat Tenggara Timur (NTT), pukul 11.40 WITA. Sebelumnya, jenderal bintang satu ini berangkat dari Pelabuhan Pelni ke Pulau Rinca pada pukul 06.30 WITA.

Almarhum saat itu datang bersama rombongan, yakni AKBP Fery Boedianto, Pamen Roops Polda NTT Kompol Jamaludin, Kasat Sabhara Polres Manggarai Barat Iptu Markus Malik, Brigpol Dewa Citra Widana, dan Brigpol Bayu, anggota Satlantas Polres Manggarai Barat. Sesampainya di Pulau Rinca pukul 08.00 WITA, dia melakukan tracking.

“Pukul 10.00 WITA rombongan dari Rinca, yang bersangkutan meminta ke Pulau Padar, namun dikarenakan BBM tidak cukup, maka rombongan memutuskan untuk kembali ke Labuan Bajo,” tutur Karo Penmas.

Sekitar pukul 10.30 WITA rombongan tiba di Kelor. Sesampainya di bibir pantai Pulau Kelor, almarhum turun duluan dan diikuti yang lain.

“Rombongan mendaki menuju puncak bukit di Pulau Kelor. Dalam perjalanan menuju puncak rombongan sempat bersitirahat satu kali,” sambungnya.

Kemudian pada saat rombongan turun dari bukit, Syaiful sempat beristirahat sejenak sambil menggosok dada dan meminum air selama 20 menit. Saat hendak kembali menuju pantai, almarhum mengeluhkan sesak napas.

“Kemudian sempat dibantu oleh Kasat Sabhara Iptu Markus Malik untuk almarhum menyemprotkan ventolin (obat untuk membuka saluran napas di paru-paru). Namun, almarhum masih mengeluhkan pusing dan sakit di dada dan rombongan sempat membantu dengan mengoleskan,” lanjutnya.

Pada pukul 11.30 WITA, rombongan tiba di Labuan Bajo. Selanjutya dia dibawa ke RS Siloam. “Adapun jam kematian yaitu pukul 11.40 WITA dengan status henti jantung,” imbuhnya.

Jenazah telah diberangkatkan ke Jakarta pada pukul 13.57 WITA dengan menggunakan pesawat Batik Air dari Bandara Komodo, Labuan Bajo. Jenazah didampingi langsung oleh Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono bersama Pamen Roops Polda NTT Kompol Jamaludin. (*)