Bobol Rekening Turis di Bali, 4 WNA Rumania Diringkus Polisi

oleh
Direktur Krimsus Polda Bali Kombes. Pol. Yuliar Kus Nugroho memperlihatkan barang bukti kejahatan yang dilakukan empat WNA asal Rumania saat press release kasus itu di Mapolda Bali, Denpasar, Selasa (19/3/2019). (ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Bali meringkus empat warga negara asing (WNA) asal Rumania terkait kasus skimming. Empat WNA ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi Rumania.

Empat WNA asal Rumania ini adalah AS (28), S V (34), ALS (30), dan SOM (28). “Mereka datang ke Bali menggunakan visa wisata pada Rabu (6/3/2018) dan ditangkap di kawasan Kuta pada Rabu (12/3/2019),” kata Direktur Krimsus Polda Bali Kombes. Pol. Yuliar Kus Nugroho, didampingi Kasubdit V Siber Kompol IGA Suinaci dan Kasubbid Penmas Humas Polda Bali AKBP IGA Yuli Ratnawati, Selasa (19/3/2019).

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Kombes Pol. Yuliar, para pelaku membobol bank menggunakan kartu lain yang berisi magnetic stripe, salah satunya kartu game. Dari tangan para tersangka, polisis menyita puluhan kartu game bermagnetik.

“Dari depan seperti kartu biasa, belakang ini ada magnetic stripe-nya yang ada kode aksesnya,” ungkap Yuliar.

Yuliar menyebut para tersangka menargetkan para turis asing yang datang berlibur ke Bali. Hingga saat ini, belum ada WNI yang jadi korban skimming komplotan Rumania ini.

Menurut dia, pengungkapan kasus tersebut bermula dari hasil penyelidikan dan kerja sama tim Ditreskrimsus Polda Bali bersama Satgas CTOC (Counter Transnational and Organized Crime). Hingga saat ini, polisi masih mendalami jaringan skimming asal Rumania tersebut.

Selain menyita puluhan kartu, polisi juga mengamankan satu laptop bekas yang digunakan tersangka untuk mengopi data-data, uang tunai senilai Rp 8,25 juta, 1 flashdisk, USD 1, 4 lembar uang pecahan Rumania, dan 2 unit encoder card reader. Para tersangka membeli barang-barang seperti laptop dan kartu itu di Bali, sementara data-data kartu sudah dibawa dari negara asal mereka.

“Keempat pelaku juga dicari oleh kepolisian Rumania, karena mereka merupakan residivis cyber crime di negara Rumania,” ucap Yuliar.

Kini, empat WNA ini ditahan di Mapolda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 30 jo Pasal 46 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE jo 55 KUHP. (*)