Bobol ATM, Dua WNA Asal Bulgaria Dibekuk Petugas

oleh
Petugas berhasil membekuk dua WNA asal Bulgaria yang diduga melakukan pembobolan ATM Mandiri. Sabtu (16/09/2017).(Foto IST)
banner 300250

BULELENG, SUARABALI.COM- Petugas Polsek Singaraja berhasil membekuk dua warga negara asing (WNA) asal Bulgaria yang diduga melakukan pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bank. Keduanya tertangkap tangan ketika tengah memasang alat rekam data di ATM BNI berada di kawasan Lovina, Desa Kalibukbuk. Buleleng Bali.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol AA. Wiranata Kusuma mengatakan, pihaknya saat ini telah mengamankan dua warga negara Bulgaria diduga sebagai pelaku pembobolan ATM di kawasan Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng.

“Dua pria berkebangsaan Bulgaria itu bernama Paycen Rucevmob dengan nomer identitas 7411016264, dan Cefaonmob Serafimob. Dini hari tadi kita amankan sekitar pukul 01.00 WITA,” ucapnya Sabtu (16/09/2017).

Barang bukti berupa alat rekam data di ATM BNI berada di kawasan Lovina, Desa Kalibukbuk. Buleleng Bali.

Kompol Wiranata menambahkan, pergerakan pelaku telah terendus pada Jumat (15/09/2017) sekitar pukul 14.00 wita. Polisi menerima laporan dari pihak PT Swadarma Sarana Informatika (SSI) selaku operator ATM BNI bahwa ada benda mencurigakan diletakkan di dalam mesin ATM BNI Lovina. Begitu mandapat laporan, personil langsung dikerahkan ke tempat kejadian perkara di lokasi ATM BNI berada.

Sabtu (16/09/2017) tepat pukul 01.00 dini hari, polisi melihat sebuah kendaraan Suzuki Ertiga DK 722 KO warna putih berhenti tepat di depan ATM.

“Keduanya tertangkap basah oleh Polisi sedang memasang alat perekam data, diletakkan di atas box ATM, bahkan kamera CCTV mereka plester,” imbuhnya.

Tak ingin buruannya lepas, Polisi langsung menggerebek, dan melakukan penggeledahan badan di lokasi. Polisi menemukan barang bukti, plester berwarna hitam, back chasing handpone Samsung seri S5, juga alat lainnya dalam sebuah tas pinggang yang diduga digunakan pelaku untuk memuluskan aksinya. Tak sampai di situ, Polisi kembali menginterogasi keduanya, dan akhirnya menemukan barang bukti baru.

“Hasil interogasi dan penggeledahan di Hotel Damai di Lovina yang merupakan tempat mereka menginap, polisi kembali menemukan alat lebih canggih serta uang tunai Rp 26 juta,” ungkapnya.

Keduanya langsung digiring menuju Mapolsektif Singaraja, dan langsung dijemput Tim Cyber Polda Bali guna penyelidikan lebih lanjut.(mkf)