BNN Amankan 2 Kg Shabu dan 30 Ribu Butir Ekstasi dari Malaysia

oleh
Barang bukti berupa 30 ribu butir ekstasi dan 2 kilogram shabu yang diamankan petugas BNN. (Ist)
banner 300250

Pontianak, suarabali.com – Badan Nasional Narkotika (BNN)  dan Bea Cukai kembali menggagalkan penyelundupan narkotika jenis shabu dan ekstasi dari Malaysia ke Indonesia. Dalam operasi ini, petugas BNN menangkap dua tersangka, Edy Aris alias Haris yang bertindak sebagai kurir dan NG Eng Aun alias Piter (warga negara Malaysia).

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol. Arman Depari saat dikonfirmasi suarabali.com pada Rabu (14/3/2018) membenarkan adanya penangkapan kedua tersangka yang menyelundupkan narkotika dari Malaysia ke Indonesia.

Dari tangan kedua tersangka, menurut Arman, petugas mengamankan barang bukti berupa 30 ribu butir ekstasi , 2 kilogram shabu, dua unit handphone, dan satu unit mobil Toyota Calya Nopol KB 1437 SN.

Lebih jauh Arman menjelaskan, operasi penangkapan penyelundup narkotika berdasarkan informasi masyarakat  yang menyatakan adanya penyelundupan narkotika jenis shabu kristal dan ekstasi dari Kuching, Malaysia, ke Indonesia melalui perbatasan tidak resmi Sanggau, Kalimantan Barat.

“Berdasarkan infomrasi itu, petugas BNN bekerja sama dengan petugas Bea Cukai untuk melakukan penyelidikan di Lintas Trans Kalimantan,” ungkap Arman.

Kemudian, petugas BNN dan Bea Cukai menangkap Edy Aris saat mengendarai mobil Toyota Calya Nopol KB 1437 SN. Di dalam mobil itu, petugas menemukan narkotika jenis  shabu kristal seberat 2 kilogram dan ekstasi 30 ribu butir.

Saat diinterogasi petugas, Edy Aris mengaku mendapat perintah membawa narkotika itu dari seseorang bernama Piter, warga negara Malaysia, yang menginap di Hotel Haris. Piter pun berhasil ditangkap petugas.

“Pada saat dilakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya di wilayah Siantan, Pontianak, tersangka Piter berusaha melarikan diri dan melawan petugas. Petugas BNN terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur kepada Piter. Selanjutnya, Piter dibawa ke RSUD Soedarso Pontianak, tapi dalam perjalanan tersangka meninggal dunia,” papar Arman. (Tjg/Sir)