Bina Rohani, Tahanan Rutan Polda Bali Sembahyang Bersama

oleh
Tahanan di Rutan Polda Bali yang beragama Islam melakukan salat berjamaah. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Upaya Polda Bali membentuk karakter dan kepribadian para tersangka yang menghuni Rutan Polda Bali patut diacungi jempol. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembinaan rohani dengan mengajak para tahanan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan.

Cara tersebut diimplementasikan oleh para tahanan dengan menunaikan sembahyang bersama. Mereka sembahyang sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Tahanan beragama Hindu melaksanakan Tri Sandya dan tahanan Muslim melaksanakan salat berjamaah.

Direktur Tahti Polda Bali AKBP Reh Ngenana membenarkan kegiatan para tersangka di Rutan Polda Bali. Menurut dia, apa yang dilakukan para tersangka sangat tepat untuk berintrospeksi diri dan bersabar menjalani proses hukum.

“Ya benar, tahanan Rutan Polda Bali melaksanakan sembahyang bersama. Mereka bersujud di hadapan Tuhan memohon ampun dan introspeksi diri atas kasus yang dihadapinya,” kata AKBP Reh Ngenana, Kamis (2/5/2019).

“Yang dialami para tersangka saat ini merupakan teguran dari Tuhan. Melalui pembinaan rohani, diharapkan mereka akan cepat sadar dan segera ingat dengan jatidirinya, sehingga kembali menjadi manusia yang berakhlak mulia,” sambungnya.

Dia menjelaskan, jumlah tahanan yang mendekam di Rutan Polda Bali sebanyak 56 orang, terdiri dari 45 orang WNI dan 11 orang WNA. Semua kondisi tahanan dalam keadaan sehat, termasuk Ketut Sudikerta dan AA Ngurah Alit Wira Putra. (*)