Berkostum Tari Pendet Bali, Mahasiswi Ini Jadi Maskot Indonesia di Phnom Penh

oleh
Foto: kemlu.go.id
banner 300250

Phnom Penh, suarabali.com – Seorang mahasiswi Indonesia mengenakan kostum Tari Pendet dari Bali. Gadis cantik bernama Putri ini sedang magang di KBRI Phnom Penh. Dia menjadi  ‘maskot’ booth Indonesia di acara peresmian Win Win Memorial Monument di Phnom Penh.

Pada pengujung tahun 2018 lalu, KBRI bersama Dharma Wanita Persatuan serta masyarakat Indonesia memanfaatkan momentum peresmian Win Win Memorial Monument di Phnom Penh untuk memperkenalkan kuliner otentik Indonesia.

Beragam kuliner khas Indonesia yang dipromosikan itu di antaranya rendang, mi goreng, lupis, tempe mendoan hingga buah salak segar.

Pada hari pertama, booth KBRI belum rampung dibuka. Namun, aroma makanan khas Indonesia berhasil menarik para pengunjung untuk antre menanti di depan booth. Terdapat 540 booth yang berpartisipasi, termasuk partisipasi masyarakat internasional. Selain Indonesia, ada juga RRT, India, Vietnam, dan Myanmar.

Tidak hanya itu, pariwisata dan budaya Indonesia juga dipromosikan di tiga booth Indonesia. Untuk menambah suasana Indonesia, dipajang juga Gebogan Bali (buah susun) lengkap dengan dupa nan harum serta alunan musik rindik.

Selain itu, salak Indonesia juga menjadi primadona yang nyaris tidak pernah sepi peminat.  Selain distributor salak, dari Indonesia juga ada distributor minyak goreng Tropikal dan Indomie serta pemasok suvenir seperti tas dan baju batik yang hadir pada kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini.

‘Kita harus memanfaatkan segala peluang di Kamboja untuk mempromosikan Indonesia. Saya mengapresiasi DWP KBRI Phnom Penh yang telah bersama-sama masyarakat Indonesia mengoordinir partisipasi Indonesia dalam kegiatan akhir tahun yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Kamboja ini,” ujar Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng pada saat menghadiri Upacara Pembukaan, 29 Desember 2018.

Peresmian monumen yang tingginya 54 meter ini dibuka oleh Perdana Menteri Hun Sen dan diperkirakan akan kunjungi oleh sekitar 30 ribu pengunjung. Inagurasi Win Win Memorial ini juga dalam rangka memperingati 20 tahun ‘Win Win Policy (1998-2018).

Rangkaian program akan diisi oleh pameran makanan minuman, pertunjukan budaya, kegiatan olahraga, dan panggung gembira menyambut Tahun Baru 2019. Bagian bawah Monumen berbentuk segi lima, mewakili lima titik strategis yang dijuluki PM Hun Sen “DIFID”, yang merupakan singkatan dari “Divide, Isolate, Finish, Integrate and Development”.

Bagian atas adalah monolit segitiga setinggi 33 meter. PM Hun Sen menyatakan bahwa monumen tersebut mewakili rekonsiliasi nasional, kemerdekaan, persatuan, kedaulatan, pembangunan, dan kemakmuran bagi Kamboja.

Hun Sen mengatakan monumen tersebut adalah bukti bahwa Kamboja telah dipersatukan dengan kemenangan atas perang, genosida, pembagian dan kontrol, kemiskinan dan campur tangan asing. Saat ini, Kamboja memimpin masa depannya menuju kemakmuran dan perdamaian jangka panjang. (*)