Berbuka Puasalah dengan Buah-buahan yang Manis dan Segar

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Memasuki bulan Ramadan, menjaga pola makan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Menurut Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, dr. Eni Gustina, MPH, buah-buahan manis baik untuk dijadikan menu utama saat berbuka puasa.

“Diawali dengan air putih hangat, lalu kita dari kesehatan menyarankan buah-buahan segar yang manis (tidak asam). Secara agama juga kan dianjurkan kurma ya. Kurma itu mengandung karbohidrat dan energi,”ujar Eni usai kegiatan pembukaan Seminar Kesehatan dan Gizi Remaja di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Lebih lanjut dikatakan, tidak disarankan untuk berbuka langsung dengan porsi makan yang banyak agar sistem pencernaan mampu melakukan penyesuaian setelah seharian diistirahatkan (tidak ada makanan).

“Lambung kita kan selama belasan jam kosong nih. Jadi, kalau diisi jangan langsung banyak. Setelah buka puasa, kita salat, terawih. Nah, habis terawih itu dilanjutkan makan dengan porsi piring makan, banyak sayuran seperti biasa,” tuturnya.

Tidak ada larangan untuk makan malam setelah salat terawih. Hal ini ditegaskan dr. Eni menanggapi kekhawatiran para remaja putri akan menjadi gemuk bila makan malam setelah salat terawih.

“Makan malam setelah salat terawih sangat boleh, kita seharian sudah puasa. Kadang remaja putri yang sering berpikir begitu, habis salat terawih tidak usah makan malam karena takut gemuk. Itu salah, kita akan kurang energi. Porsinya yang mesti kita ubah, harus kita perhatikan sayurnya harus lebih banyak,” ungkapnya.

Untuk itu, dr. Eni menekankan pentingnya memahami dan menerapkan porsi piring makanku dengan menu yang bergizi seimbang dan membiasakan pola makan tersebut di keseharian.

Penting diperhatikan adalah setelah makan malam jangan langsung tidur. Jeda waktu tersebut dapat kita isi dengan kegiatan atau ibadah lainnya. Namun, dr. Eni juga berpesan untuk tidak tidur terlalu malam agar cukup istirahat dan tetap tepat waktu bangun untuk sahur kembali esok (dini) hari. (*/Sir)