Belajar Autodidak, Lukisan Abstrak Nyoman Rumawi Tembus Pasar Australia

oleh
I Nyoman Rumawi ketika ditemui di Art Shopnya Romawi Paitings, Kecamatan Kuta, Badung Bali. Kamis (1/2/2018)/Foto: mkf
banner 300250

Badung, Suarabali.com- Jika mempunyai tekad yang kuat untuk berkarya, hal apa pun yang diciptakan akan mendapatkan hasil. Hal ini, dibuktikan oleh I Nyoman Rumawi (39) salah satu pelukis bergenre abstrak yang kini lukisannya diminati oleh para turis dari Australia.

Saat ditemui di Romawi Paintings Art Shop miliknya, di Jalan Werkudara Nomor 524 Legian Kaja, Kecamatan Kuta, Badung Bali. Nyoman Rumawi menjelaskan bahwa dirinya menjadi pelukis baru seumuran jagung atau kurang lebih baru dua tahun menggeluti lukisan abstrak.

Minatnya menjadi pelukis, berawal dari kawannya yang pada saat itu melukis ombak dan dititipkan di Art Shopnya untuk dijual. Karena turis banyak meminati lukisan yang di pajang itu. Akhirnya Nyoman Rumawi mengoleksi lukisan dari berbagai jenis genre, mulai dari Pop Art, lukisan dari Arang, dan lukisan ombak.

“Dulunya saya jualan kain, karena prospeknya kurang menguntungkan saya berhenti. Kemudian kawan saya menawarkan untuk menjual lukisan, ada empat pelukis yang menitipkan lukisannya di Art Shop saya. Pelan-pelan akhirnya banyak tamu yang suka. Karena setiap hari kerjaan saya hanya menunggu tamu untuk membeli lukisan dan tidak ada kerjaan, saya meminta kepada teman saya untuk membelikan alat-alat melukis, dari sana saya belajar melukis abstrak,” ucapnya, Kamis (1/2/2018).

Karena tekad yang kuat, akhirnya Nyoman Rumawi belajar autodidak melukis abstrak. Ia hanya banyak melihat dan belajar melukis lewat Youtube. Suatu hari ada tamu dari Australia yang membeli lukisannya sehingga minat melukisnya tambah menggebu.

“Pelan-pelan saya melukis mulai dari yang gampang-gampang yang saya bisa, akhirnya bikin satu ada peminatnya dan keterusan. Saya sudah ada dua tahun belajar, awalnya saya sering lihat di Youtube bagaimana orang melukis dan akhirnya timbul sendiri cipratan-cipratan abstrak itu. Sebelumnya, saya tidak punya basik melukis hanya saja saya senang sama seni lukisan,” ungkapnya.

Nyoman Rumawi, juga mengungkap sudah ada pelanggan tetapnya yakni tamu dari Australia yang membeli lukisan abstraknya setiap bulan untuk dijual lagi di negaranya.

“Ada tamu pembisnis dari Australia yang membeli lukisan saya. Kadang pesan sampai 10 atau 20 lukisan untuk dijual lagi di negaranya. Dalam sebulan paling banyak lukisan saya yang laku bisa sampai puluhan, itu kalau musim ramai. Tapi kalau musim sepi ada aja yang beli,” ujarnya.

Menurut Nyoman Rumawi, kebanyakan tamu yang suka lukisan abstraknya dari Australia. Namun ada juga dari Italia. Selain itu, kebanyakan tamu menyukai lukisan abstrak dari model warna.

“Pertama dari segi warna, mereka senang warna yang biru makannya kebanyakan warnanya biru cepat laku. Klo coba warna lain belum tentu,” tuturnya.

Dalam sehari, Nyoman Rumawi bisa menghasilkan dua lukisan abstrak. Untuk harga yang di patok dari lukisan abstrak tergantung ukuran. Jika ukuran paling kecil 60×20 cm berkisar Rp 200 ribu, sedang 90×70 cm Rp 250 ribu, ukuran paling besar 2 x 1 meter seharga Rp 800 ribu.

“Cukuplah buat kehidupan sehari-hari dari pendapatan hasil lukisan. Kebetulan untuk akhir-akhir ini tamu banyak yang suka lukisan abstrak. Kalau untuk lukisan ombak dan lukisan dari arang sudah sepi peminatnya,” tutup Nyoman Rumawi. (mkf)