Begini Cara Pemprov Bali Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster saat acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian PPN/Bappenas tentang Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (14/1/2020). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus berupaya menurunkan emisi gas rumah kaca melalui pembangunan rendah karbon. Upaya ini sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni mewujudkan Bali yang bersih, hijau, dan indah.

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan hal itu saat acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Provinsi Riau tentang Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (14/1/2020).

Koster menjelaskan, sebagai upaya untuk memperkuat proses perencanaan pembangunan di Provinsi Bali melalui integrasi antara program pelestarian lingkungan, program penanganan perubahan iklim dan percepatan pertumbuhan ekonomi, maka ditetapkan beberapa regulasi. Di antaranya Peraturan Gubernur(Pergub) Bali Nomor 45 Tahun
2019 tentang Bali Energi Bersih sebagai salah satu komponen regulasi yang mengatur penerapan dan pengelolaan energi bersih di Bali.

“Dalam mendukung energi bersih ini, kita minta pembangkit listrik yang ada di Bali wajib menggunakan bahan bakar energi bersih. Yaitu, gas alam cair dan energi terbarukan. Selain itu, mendorong bangunan pemerintah, komersil, industri termasuk hotel, restoran dan rumah tangga berkewajiban menggunakan energi bersih melalui atap panel surya maupun bangunan hijau,” katanya.

“Serta memberikan peran kepada masyarakat, UMKM, desa adat dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengelola energi bersih baik secara mandiri dan/atau bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Nasional (BUMN) atau swasta,” imbuh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. (*)