Begini Cara KONI Badung Mencari Bibit Unggul Pesepak Bola

oleh
Ketua KONI Kabupaten Badung I Made Nariana didampingi Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana dan Lurah Kapal Nyoman Sudiarta membuka Gala Siswa Indonesia di Lapangan Putra Angkasa Kapal, Selasa (10/7/2018). (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Ketua KONI Badung I Made Nariana membuka kegiatan Gala Siswa Indonesia (GSI) cabang sepak bola tingkat SMP se-Kabupaten Badung di lapangan Putra Angkasa Kapal, Selasa (10/7/2018).

Setelah melalui seleksi di tingkat kecamatan, enam SMP berhak mengikuti GSI ini, yakni SMPN 1 Petang, SMPN 1 Abiansemal, SMPN 2 Mengwi, SMPN 2 Kuta Utara, SMPN 1 Kuta, dan SMPN 2 Kuta Selatan.

GSI tingkat SMP ini akan berlangsung pada 10-18 Juli 2018. Kejuaraan ini memperebutkan hadiah berupa piala, piagam, dan uang pembinaan. Juara pertama akan mendapatkan uang senilai Rp 10 juta, juara kedua Rp 8 juta, juara ketiga Rp 5 juta. Sedangkan pencetak gol terbanyak atau pemain terbaik akan mendapat piala, piagam, dan uang Rp 2 juta.

Membacakan sambutan Bupati Badung, Ketua KONI Badung I Made Nariana mengatakan GSI merupakan upaya meningkatkan kualitas dunia olahraga, khususnya cabang sepak bola, yang ada di Kabupaten Badung. Dengan terjaganya intensitas pertandingan maupun kejuaraan, kata dia, maka akan muncul klub-klub dan pemain berkualitas yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Badung pada event- event yang lebih tinggi.

“Terpenting dalam kejuaraan ini adalah bagaimana para pemain nantinya mampu mendapatkan pengalaman berharga yang sangat bermanfaat bagi pemain itu sendiri di masa yang akan datang,” jelasnya.

Ketua Panitia GSI, I Ketut Widia Astika, mengatakan GSI bertujuan membangkitkan gairah persepakbolaan di Kabupaten Badung. Sehingga, mampu mendorong dan memberdayakan olahraga, khususnya cabang sepakbola.

Lewat GSI, dia berharap akan terpilih siswa terbaik di bidang sepakbola sebagai bibit unggul atlet di tingkat Kabupaten Badung. Selain itu, kata dia, GSI dapat menjalin kesatuan dan persatuan antara siswa seluruh Indonesia, menghidupkan persepakbolaan bagi para siswa sekolah menengah pertama. (*/Sir)