Begini Cara Bupati Gianyar Menangani Masalah Sampah

oleh
Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil pengangkut sampah di Banjar Tarukan, Desa Mas, Sabtu (16/11/2019). (Ist)
banner 300250

Gianyar, suarabali.com – Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil pengangkut sampah di Banjar Tarukan, Desa Mas, Sabtu (16/11/2019). Penyerahan bantuan ini terkait dengan program penanganan sampah dari hulu.

“Masalah sampah harus diselesaikan dari hulu, dari rumah tangga, desa, sehingga di hilir hanya menangani residu saja,” kata Bupati Mahayastra.

Untuk itu, Bupati Mahayastra meminta agar tempat pembuangan sampah terpadu perdesaan dihidupkan lagi.

Menurut dia, sampah sudah menjadi permasalahan. Itu sebabnya, begitu dilantik menjadi Bupati Gianyar tahun lalu, Mahayastra telah melakukan persiapan, yakni melakukan antisipasi berupa perluasan lahan TPA Temesi.

Setelah perluasan, TPA Temesi akan menjadi 8,7 hektare. Perluasan tersebut mencakup penyewaan 1 hektare lahan dan pembelian 4 hektare lahan oleh Pemkab Gianyar. Selain perluasan lahan TPA, Bupati Mahayastra juga telah menjalin kerja sama dengan ahli lingkungan ITB terkait penerapan teknologi dalam pengelolaan TPA Temesi.

“TPA Temesi nanti akan seperti taman. Saatnya nanti akan menjadi percontohan, tapi sabar dulu, semua perlu proses, perlu waktu dan perlu anggaran, kita sedang kerjakan,” ujar Mahayastra didampingi Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta dan Plt. Kepala DLH Wayan Kujus Pawitra.

Penyerahan armada pengangkut sampah di Banjar Tarukan turut dihadiri Ketua TP PKK Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra yang pada kesempatan tersebut meninjau keberadaan salon desa. Juga dihadiri Perbekel Mas Wayan Darmayuda, Kelian Adat Banjar Tarukan Ketut Putra, dan jajaran Muspika Kecamatan Ubud, kelian adat se-Desa Mas, siswa, karang taruna, sekaa teruna dan kelompok lansia.

Sebelum penyerahan angkutan sampah, Mahayastra menebar benih ikan di saluran Sungai Meranggi wilayah banjar setempat. Dilanjutkan dengan meninjau aktivitas bank sampah Pandawa. Bank sampah ini berdiri sejak tahun 2015 dan mengadakan pengumpulan sampah sebulan sekali.

Bupati Mahayastra memuji kebersihan lingkungan Banjar Tarukan yang terkenal dengan desa wisatanya ini.

Sementara Kelian Banjar Tarukan, Ketut Putra menceritakan bagaimana sampah-sampah yang menumpuk difoto oleh wisatawan dan kemudian viral. “Kami malu, karena itu sejak 4 bulan lalu kami bergerak. Sampah dari rumah masyarakat kami jemput. Dengan demikian, kami berharap masyarakat sadar agar menangani sampahnya dengan bijak, misalnya dengan memilah,” terang Ketut Putra.

Menurut dia, program tersebut telah berhasil. Kini tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah di sekitar Sungai Meranggi, lingkungan desa juga terlihat sangat bersih.

“Komitmen kami adalah tetap menjaga kesadaran masyarakat agar memilah sampahnya dan tidak sembarangan membuang sampah. Dengan dimilikinya bank sampah dan armada sampah, kami optimis,” tandasnya. (*)