Begini Cara Budidaya Ikan Pakai Kolam Tembok Beton

oleh
Budidaya ikan menggunakan kolam tembok beton. (Ist)
banner 300250

Buleleng, suarabali.com – Bagi yang ingin menjalankan bisnis budidaya ikan, Anda bisa menggunakan kolam tembok beton yang permanen dan tahan lama. Namun, biaya investasi kolamnya tergolong tinggi. Karena itu, sebaiknya cara ini dilakukan setelah Anda berhasil budidaya ikan di kolam terpal.

Meskipun membutuhkan biaya yang lebih besar di awal, tetapi kolam tembok akan lebih tahan lama hingga bisa dikatakan cukup baik untuk investasi bisnis jangka panjang.

Dikutip dari laman bulelengkab.go.idi, ada dua tipe kolam tembok beton yang dapat digunakan sebagai referensi membuat kolam. Tipe yang pertama adalah tipe kolam gali seperti kolam ikan pada umumnya.

Tipe yang kedua adalah tipe kolam permukaan yang dibuat di atas tanah tanpa melakukan penggalian kolam. Kedua tipe itu punya keunggulan masing-masing sesuai lokasi dibangunnya kolam.

Untuk memilih kolam yang tepat sesuai kebutuhan, berikut ulasan yang mungkin dapat dijadikan referensi.

Kolam Tembok Beton Tipe Tanam atau Gali

Kolam tipe tanam atau gali biasanya dibangun menyesuaikan sumber air yang digunakan. Tipe ini dibangun apabila menggunakan sumber air dari sungai yang letaknya lebih rendah dari permukaan lahan.

Karena itu, penggalian diusahakan pada musim kemarau saat air sungai surut. Hal ini dilakukan agar batas air minimal untuk budidaya dapat terpenuhi. Selain itu, saat musim kemarau, Anda tidak perlu menyedot air dengan menggunakan pompa air mekanik.

Kolam Tembok Beton Tipe Permukaan

Tipe ini biasanya dibangun pada areal lahan cadas berbatu atau lahan pekarangan yang telah dikeraskan. Hal itu terjadi karena akan lebih memakan biaya tinggi bila harus menggali lahan. Sumber air yang dapat digunakan adalah air sumur, baik sumur bor maupun sumur gali.

Tidak disarankan menggunakan air PAM, terutama di daerah perkotaan, karena kandungan bahan kimia yang tinggi. Namun, bila terpaksa digunakan, Anda bisa menetralisir air agar terbebas dari bahan kimia pembersih air.

Keuntungan menggunakan kolam tembok beton adalah sistem pengairan yang mudah diatur antara air masuk dan air keluar. Hal tersebut akan memudahkan Anda menguras air dan membuang air kolam pada saat panen.

Endapan lumpur yang tidak disukai oleh ikan patin pun dapat Anda deteksi dan buang dengan mudah. Karena konstruksi yang kuat, maka kemungkinan gagal panen karena kolam jebol dapat dinetralisir dengan maksimal.

Karena sifatnya yang permanen, kolam tembok beton harus menggunakan desain dan perhitungan yang mantap dan sesuai kebutuhan. Hal itu dilakukan agar terdapat kesesuaian antara investasi dan hasil yang akan diperoleh. Untuk membangun konstruksi kolam tembok beton, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Berikut ini beberapa ulasan mengenai konstruksi ideal yang bisa Anda jadikan acuan membangun kolam ikan patin.

Kedalaman Kolam

Kedalaman ideal untuk kolam ikan patin dengan masa panen 5 bulan adalah 1 hingga 1,5 meter. Karena itu, usahakan membangun dengan kedalaman lebih dari 1 meter.

Kolam yang kurang dalam akan cenderung membuat ikan cepat stres, sehingga mengganggu pertumbuhan ikan patin. Terutama untuk kolam yang dibangun dengan tipe permukaan. Untuk menghindari ikan melompat dan air kotor karena dahan masuk ke kolam, Anda bisa menggunakan jaring atau paranet.

Luas Kolam

Salah satu cara agar ikan patin dapat berkembang dengan baik adalah populasi yang ideal. Populasi yang pas untuk ikan patin agar bisa tumbuh dengan baik adalah 25 ekor per 1 meter kubik.

Apabila Anda memiliki kolam dengan ukuran 10 x 10 x 1 atau 100 m3, maka Anda dapat memelihara ikan patin sebanyak 25 x 100 atau 2.500 ekor bibit ikan. Menambah bibit dengan kapasitas berlebih tidak akan meningkatkan hasil panen ikan yang Anda lakukan.

Saluran Air

Sirkulasi air salam budidaya ikan patin sangat penting, karena ikan patin cocok hidup di air yang cukup jernih dan tanpa endapan. Karena itu, pembuatan saluran buangan harus dilakukan dengan baik.

Anda bisa membuat dua saluran pembuangan air dalam satu kolam tembok beton. Yang pertama digunakan untuk menguras air dan membuang endapan. Yang kedua digunakan untuk membuang kelebihan air apabila terjadi hujan lebat.

Untuk pengairan pada kolam tembok beton, sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan ikan patin. Pada awal memasukan bibit ikan yang masih kecil, kolam cukup digenangi setinggi 30-40 cm.

Kemudian, Anda bisa menaikkan level air 10 cm per dua minggu hingga mencapai batas optimal antara 100 cm hingga 150 cm. Hal ini dilakukan agar ikan tidak terlalu banyak menghabiskan tenaga untuk mengambil oksigen di permukaan air. (*/Sir)