Begini Arahan Koster di Hadapan Pejabat Pemprov Bali

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati beramah-tamah dengan para pejabat di lingkungan Pemprov Bali, Minggu (23/9/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) beramah-tamah dengan pejabat Eselon I, II, III dan IV di lingkungan Pemprov Bali, Minggu (23/9/2018). Dalam acara yang berlangsung di halaman Gedung Jayasabha tersebut, Gubernur Wayan Koster minta seluruh jajaran birokrasi Pemprov Bali tegak lurus mendukung dan mengawal pelaksanaan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Dalam mengawal pelaksanaan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Koster minta ASN di Lingkungan Pemprov Bali bekerja cepat, cermat, dan cerdas. Selain itu, dalam pelaksanaan tugas-tugas, ASN hendaknya memegang teguh komitmen, loyalitas, dedikasi, dan ngayah untuk Karma Bali.

Dalam penilaian kinerja, Koster akan mengedepankan profesionalisme dan kompetensi. “Taka ada urusannya pada pelaksanaan Pilgub kemarin mendukung siapa. Karena kalau itu terus kita bahas, tak akan pernah ada habisnya. Bapak dan ibu berstatus ASN ada dalam sebuah sistem kepegawaian, itu yang jadi pedomannya,” ujarnya.

Kedepan, Koster minta ASN Pemprov Bali agar menyesuaikan ritme kerja dengan Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru. Koster juga memberi arahan agar jajaran OPD Pemprov Bali segera menjabarkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam progam-program yang tertuang dalam APBD 2019.

“Harusnya tak butuh waktu lama, karena visi yang saya susun sudah sangat detail. Hal ini akan saya jadikan salah satu tolak ukur dalam penilaian kinerja birokrasi,” katanya.

Pada bagian lain, Koster juga menyinggung pengisian sejumlah jabatan lowong yang akan segera diisi dalam waktu dekat. Dalam pengisian jabatan itu, dia berkomitmen untuk melakukan rekrutmen secara profesional sesuai dengan kompetensi.

“Dalam promosi maupun mutasi, saya tegaskan jangan ada istilah suap atau pungutan, saya ingin yang lurus-lurus saja. Kalau sampai ketahuan, pasti akan habis,” ujarnya.

Masih dalam arahannya, Koster juga mengingatkan jajarannya untuk membangun koordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pelaksanaan progam pembangunan. Selain itu, koordinasi dengan kabupaten/kota juga mesti diintensifkan untuk mengatasi ketimpangan pembangunan. (*)