Bawa Narkoba ke Bali, Pria Asal Australia Ini Hanya Dihukum Rehabilitasi

oleh
Robert Isaac Emmanuel, terdakwa kasus kepemilikan narkoba, saat mengikuti sidang di PN Denpasar, Rabu (11/4/2018). (Foto: Dsd)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan hukuman 15 bulan menjalani rehabilitasi kepada Robert Isaac Emmanuel (35), terdakwa kasus kepemilikan narkoba, dalam sidang yang berlangsung di PN Denpasar, Rabu (11/4/2018).

Putusan hakim terhadap warga negara Australia itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suhadi SH. Bedanya, majelis hakim memutuskan Robert Isaac Emmanuel menjalani rehabilitasi.

“Mengadili terdakwa dengan pidana selama 1 tahun dan 3 bulan menjalani rehabilitasi di Yayasan Anargya, Denpasar Selatan,” kata hakim Atmaja.

Menanggapi putusan itu, JPU dan penasehat hukum terdakwa, Edward F. Pangkahila menyatakan pikir-pikir dan minta waktu selama seminggu kedepan.

Sebelumnya, hakim Atmaja mengungkapkan beberapa pertimbangannya. Di antaranya, terdakwa merupakan penguna narkotika multiple yang memerlukan rehabilitasi rawat inap. Terdakwa juga sempat menjalani rehabilitasi selama 6 bulan, seperti tertuang dalam surat assesment No. R/02/XII/Rumkit tanggal 29 Desember 2017 oleh dr. IGA Diah Yamini serta surat tempat terdakwa dirawat di Sydney lengkap dengan tanda tangan dokter yang menanganinya.

“Bahwa ahli melakukan assesment untuk mengukur dengan ASI guna mengetahui tingkat penyalahgunaan narkotika dan terdakwa mendapat skoring 9, yang artinya terdakwa perlu treatment dan rehabilitasi rawat Inap,” paparnya.

Sebelumnya, dalam tuntutan JPU disebutkan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyalahgunakan narkotika golongan 1 bagi diri sendiri sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan tanpa hak memiliki psikotropika sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotripika sebagaimana dakwaan alternatif ketiga.

Sebab itu, JPU meminta majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini untuk menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dan 3 bulan dengan denda Rp 20 juta.

Untuk diketahu, sebelumnya sudah ada dua terdakwa WNA dalam kasus narkotika yang diputus hakim untuk menjalani rehabilitasi dengan dalil alami masalah kejiwaan.

Terdakwa Isaac yang sempat dibawa ke RSJ Bangli pada saat pelimpahan perkara dari Polda Bali dan kemudian ditolak dan dikembalikan ke Kejari Denpasar.

Terdakwa mengaku membawa narkotika jenis sabu-sabu sebarat 14 gram dan ekstasi sebanyak 15 butir dari Thailand. Terdakwa ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Ngurah Rai pada 4 Desember 2017. (Dsd/Sir)