Bawa 4 Ekor Berang-berang, Bule Rusia Ditangkap di Bandara Ngurah Rai

oleh
Berang-berang yang hendak diselundupkan ke Rusia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali. (Val)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Petugas Aviation Security (AVSEC) Bandara Ngurah Rai menangkap seorang warna negara Rusia bernama Roman Tomarev (35) saat hendak menyelundupkan empat ekor satwa jenis berang-berang di Bandara Ngurah Rai, Kamis (23/5/2019) pukul 09.30 WITA.

Saat itu, Roman  Tomarev hendak pulang ke negaranya, Rusia. Saat barang-barang yand dia bawa melewati pemeriksaan mesin X-Ray, petugas menemukan empat ekor hewan jenis berang-berang. Akibatnya, Roman terpaksa diamankan petugas di Polsek Bandara Ngurah Rai.

“Sekitar pukul 9.30 Aviation Security (AVSEC) Bandara Ngurah Rai menginformasikan kepada Balai Konservasi bahwa  ada salah satu penumpang berpaspor warga negara Rusia membawa benda hidup di dalam kopernya. Setelah dicek ditemukan satwa berang-berang atau identifikasikan sebagai spesies lutra. Hewan jenis itu dilindungi sesuai PP No. 7 Tahun 1999,” kata Kepala Balai KSDA Bali Budhy Kurniawan.

Selain membawa empat ekor berang-berang dalam koper, menurut Budhy, pria itu juga membawa hewan jenis kalajengking sebanyak 10 ekor dan semuanya disimpan dalam koper dengan tujuan  Rusia.

Budhy menjelaskan, spesies berang-berang  cukup banyak di Indonesia. Ada yang dilindungi, ada pula yang tidak. Jadi, ada juga berang-berang yang tidak dilindungi seperti auniks. Itu memang jenis hewan peliharaan.

“Tapi sekarang juga sudah menjadi perhatian, karena populasinya semakin berkurang. Kebetulan yang dibawa jenis lutra, hewan yang dilindungi,” tegasnya.

Kepada petugas, Roman mengaku membeli hewan tersebut di salah satu pasar burung di Denpasar. Roman membelinya seharga Rp 500 ribu per ekor.

Lantaran menyelundupkan hewan yang dilindungi sesuai PP No. 7 Tahun 1999, Roman diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp 100 juta. Saat ini  Roman masih diperiksa di KP3 Polsek Bandara Ngurah Rai. (Val)