Banyak Biota Mati, Koster Sebut Kualitas Alam Bali Makin Menurun

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pimpinan Bank Nasional Indonesia (BNI) Kantor Cabang Denpasar di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Senin (20/1/2020). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Gubernur Bali Wayan Koster berkomitmen untuk mengembalikan kualitas lingkungan dan alam Bali lewat berbagai kebijakan yang disahkan. Koster mengungkapkan hal ini saat menerima audiensi jajaran pimpinan Bank Nasional Indonesia (BNI) Kantor Cabang Denpasar di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Senin (20/1/2020).

“Kualitas tanah, air, dan alam Bali ini belakangan terus menurun. Indikasinya banyak biota yang mati. Kunang-kunang, kakul, belut, sudah susah ditemui sekarang. Untuk itu, perlu diperbaiki agar sehat kembali alam Bali,” ujar Koster.

Alumnus ITB Bandung ini menyebut Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik, yang secara tidak langsung juga berupaya mengurangi dampak bahan kimia terhadap tanah dan air.

“Selain menghasilkan bahan pangan yang sehat, Perda ini juga bertujuan untuk memperbaiki kembali lingkungan yang sudah bertahun-tahun dicemari bahan kimia,” jelasnya.

Kesadaran terhadap lingkungan yang bersih dan sehat, menurut Koster, akan diupayakan agar menjadi sebuah gaya hidup masyarakat di Bali.

“Untuk itu, kita siapkan sistemnya, pembatasan sampah plastik, pengolahan sampah berbasis sumber, pertanian organik, dan seterusnya. Ini penting sebagai modal untuk menjaga ekosistem kita di Bali,” ujarnya.

“Syukurnya, masyarakat di Bali sangat luar biasa penerimaannya. Menggeliat betul di lapangan. Negara-negara sahabat pun sangat memuji langkah ini,” imbuh Ketua DPD PDI P Bali ini.

Sementara I Made Sukajaya selaku Pemimpin BNI Kantor Cabang Denpasar (Wilayah Bali- Nusra) memuji langkah luar biasa Gubernur Koster dalam menjaga alam Bali. BNI pun mengaku siap membantu lebih jauh dengan berbagai program dan sinergi dengan Pemprov Bali.

“Kami komitmen membantu, khususnya di bidang pertanian organik yang menurut kami sangat potensial di Bali. Lewat KUR (Kredit usaha rakyat, red) misalnya, kami siap membantu menggenjot sektor produksi petani kita,” janji Sukajaya. (*)