Bandara I Gusti Ngurah Rai Kini Menyediakan “Family Toilet”

oleh
banner 300250

Badung, suarabali.com – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai meningkatkan layanan mereka bagi kenyamanan calon penumpang dengan fitur baru. Manajemen PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai, kini menambah fasilitasnya yaitu dengan menyediakan, family toilet.

Family toilet ini, berbeda dengan toilet biasanya, pada bagian ini penumpang dapat menemukan 2 kloset dalam 1 bilik yang masing-masing diperuntukkan bagi penumpang dewasa dan balita.

General Manager Yanus Suprayogi Bandara I Gusti Ngurah Rai menyampaikan bahwa fasilitas ini adalah yang terbaru dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Karena menurutnya selama ini penumpang yang memiliki balita kadang mengalami kesulitan saat anak-anaknya ingin menggunakan toilet.

“Karena kebanyakan kloset yang disediakan di tempat umum itu untuk ukuran dewasa. Sekarang kami siapkan juga toilet ukuran kecil khusus untuk balita. Kloset untuk balita kami lengkapi juga dengan baby safety seat,” ucapnya. Jumat (03/10)

Yanus juga menambahkan bahwa dengan design family toilet ini maka orang tua dan anak dapat berada dalam 1 bilik dan proses pendampingan atau pengawasan terhadap balita lebih terjaga.

Ditemui secara terpisah, Ketua Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), Naning Adiwoso mengungkapkan pujiannya atas fasilitas baru ini. Bisa dibilang ini adalah terobosan baru bagi fasilitas bandara.

“Ini adalah yang pertama kali di Indonesia ada bandara yang membuat design family toilet. Bagus, dan saya senang karena berarti Angkasa Pura I mengerti kebutuhan penumpangnya,” ujarnya

Asosiasi Toilet Indonesia sendiri adalah organisasi yang fokus pada permasalahan kebersihan dan kesehatan, tidak hanya toilet tetapi juga lingkungan hidup dimana salah satu program kerjanya adalah melakukan penilaian terhadap toilet publik di Indonesia, baik dari sisi kebersihan, fasilitas, kelengkapan alat kebersihan hingga desain toilet.

“Dengan adanya penilaian dari pihak eksternal seperti dari ATI, kami selaku pengelola bandara dapat mengevaluasi dan mengukur secara riil terhadap kualitas layanan dan fasilitas yang kami sediakan. Kalau tahun lalu kami dapat peringkat dua, semoga tahun ini lebih baik,” ujar Yanus. (Mkf)