Bamsoet Sebut Acara IMF-WB Berikan Pendapatan Rp 1,1 Triliun untuk Bali

oleh
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengikuti IMF-World Bank Annual Meeting di Bali.(Ist)
banner 300250

Nusa Dua, suarabali.com – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengungkapkan kegiatan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Bali akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan, kata Bamsoet, dampak ekonomi langsung yang diterima Bali selama perhelatan sebesar Rp 1,1 triliun. Keuntungan tersebut berasal dari hotel, makan dan minum, tranportasi, belanja, dan penyelenggaraan IMF-WB.

“Untuk dampak pertumbuhan ekonomi yang akan dirasakan oleh Bali mencapai 0,64 persen dan tersebar di beberapa sektor strategis pendukung IMF-WB. Tambahan pertumbuhan sebesar 0,26 persen ini berasal dari sektor konstruksi, pertumbuhan sektor lain-lain 0,21 persen, pertumbuhan sektor hotel 0,12 persen, serta pertumbuhan sektor makanan dan minuman 0,05 persen,” kata Bamsoet saat pembukaan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).

Tak hanya itu, analisa legislator Partai Golkar itu, dampak tidak langsung lainnya dari penyelenggaraan pertemuan IMF-WB bagi Bali adalah adanya kenaikan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) riil sebesar Rp 894 miliar pada 2018. Nilai tersebut akan menambah secara keseluruhan PDRB riil Bali sebesar Rp 1,2 triliun pada periode 2017-2019.

Dari segi kontruksi dan infrastruktur, dampak ekonomi tidak langsung yang diperoleh mencapai Rp 4,5 triliun. Keuntungan tersebut berupa pemuktahiran atau renovasi Bandara I Gusti Ngurah Rai, pengembangan Pelabuhan Benoa, pembangunan underpass serta penyelesaian patung Garuda Wishnu Kencana (GBK).

Legislator dapil Jawa Tengah VII itu memastikan, penghitungan dampak ekonomi ini dilakukan dengan perkiraan sebanyak 19.800 peserta yang terdiri atas 5.050 delegasi dan 14.750 non-delegasi akan menghadiri pertemuan tahunan IMF-WB yang berlangsung pada 8-14 Oktober 2018.

“Jika keuntungan yang bisa diperoleh cukup besar, tak aneh bila Indonesia mempersiapkan segala infrastuktur dengan baik untuk kenyamanan para delegasi yang datang. Toh, dari dana yang dialokasikan sebesar Rp 855 miliar dan itupun belum seluruhnya terpakai, keuntungan yang bisa diperoleh Indonesia dari pertemuan bergengsi kelas dunia ini bisa jauh lebih besar. Dan, Indonesia telah menunjukkan kelasnya,” tegas Bamsoet. (*)