Bamsoet Minta TNI-Polri Tak Lembek Hadapi KKB di Papua

oleh
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta TNI-Polri tidak lembek menghadapi pelaku penembakan brutal pekerja proyek Trans Papua. Menurut dia, pembunuhan brutal pekerja Istaka Karya di area proyek jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua pada Minggu (2/12) lalu telah mencoreng kedaulatan NKRI.


“Kita meminta TNI dan Polri tidak lembek menghadapi ini, karena ini bukan kejadian yang pertama. Lalu di tempat yang sama terjadi hal yang sama,” terangnya.

Bamsoet mengatakan DPR siap membantu kelancaraan operasi TNI-Polri menumpas gerombolan bersenjata yang masih bersembunyi di Pegunungan Nduga. “Kali ini ga boleh main-main dan tidak boleh hal sepele, kerahkan seluruh kekuatan yang ada berapa pun biayanya, DPR akan mendukung,” tegasnya.

Politisi Golkar ini menilai, siapapun pihak yang diduga menjadi eksekutor, baik kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau gerakan Operasi Papua Merdeka (OPM) tak perlu lagi jadi perdebatan. Baginya, pembantaian di Nduga telah mencoreng NKRI.

“Menurut saya, nggak perlu perdebatan apakah itu KKB atau OPM, yang penting ini sikapi dulu aja. Ini tindakan brutal penindasan atas nama kemanusiaan nggak perlu terjebak dalam perdebatan,” jelasnya.

Sementara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo meminta Pemda Provinsi Papua dan tokoh adat ikut turun membantu pemerintah menyelesaikan problem ini. Dorongan ini supaya program infrastrukur Trans Papua dan program kerja lainnya tidak terhambat.

“Saya sudah minta kepada gubernur, bupati, walikota, dan tokoh-tokoh masyarakat adat yang prinsipnya jangan menghambat program strategis pembangunan nasional. Soal keamanan, ya kita sikat sama-sama. Nggak boleh 2 orang, atau gerombolan pun yang menganggu konsolidasi pembangunan infrastruktur yang ada di semua daerah,” tandasnya. (*)