Bamsoet Minta Pemuda Pancasila Jaga Kedaulatan Ideologi Pancasila

oleh
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menerima cenderamata sesuai berdiskusi dengan Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila, Jakarta, Rabu (7/3/2018). (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengimbau kepada Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila agar menjadi salah satu penjaga kedaulatan ideologi Pancasila. Pancasila harus hadir dan senantiasa diamalkan untuk menjaga persatuan kesatuan bangsa di tengah ancaman disintegrasi bangsa.

“Melihat para Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila membuat saya yakin, tidak akan ada yang berani mengganggu ideologi Pancasila, bangsa, dan negara kita,” ujar Bamsoet saat menerima Pengurus Pusat SAPMA Pemuda Pancasila di ruang kerja pimpinan DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Politisi F-Golkar tersebut  menyampaikan kekhawatirannya terkait ancaman disintegrasi bangsa di tengah kealpaan masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Terlebih dengan maraknya penyebaran berita hoax yang seringkali tendensius dan membawa benih perpecahan yang mengatasnamakan suku, agama, ras, dan kepercayaan.

“SAPMA Pemuda Pancasila mengemban tugas berat menjadi suri tauladan bagi generasi muda lainnya. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui apa sejatinya nilai yang terkandung dalam Pancasila. Jadikanlah nilai-nilai Pancasila sebagai napas dalam kehidupan pergaulan sehari-hari,” pesannya.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula perkembangan demokrasi di Indonesia. Maraknya politik uang maupun politik transaksional telah menimbulkan kekhawatiran masa depan demokrasi Indonesia akan menjadi liberal.

“Kita tidak ingin politik Indonesia dipenuhi praktik kotor. Politik transaksional dengan mengandalkan kekuatan uang sudah sangat membahayakan. Betapa banyak kepala daerah dari mulai Gubernur sampai Bupati ditangkap KPK. Ini sangat menyedihkan,” tutur Bamsoet.

Sebagai jalan keluar, Bamsoet menawarkan agar pemilihan kepala daerah di tingkat Provinsi, Kota, dan Kabupaten kembali dilakukan melalui pemilihan di DPRD. Sedangkan pemilihan anggota DPRD, DPR RI dan Presiden tetap dipilih secara langsung oleh rakyat.

“Pemilihan kepala daerah melalui DPRD sama sekali tidak mengkhianati nilai-nilai demokrasi. DPRD yang memilih kepala daerah merupakan jelmaan dari masyarakat di daerah tersebut. Saya yakin, DPRD akan memilih kepala daerah yang berkompeten. Jika asal memilih, DPRD akan berhadapan dengan masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, pada pertemuan tersebut sejumlah anggota SAPMA Pemuda Pancasila bergantian menyampaikan  sejumlah pertanyaan terkait permasalahan serta isu-isu aktual yang sedang terjadi di Indonesia. Sebanyak 30 orang anggota SAPMA Pemuda Pancasila hadir dalam pertemuan tersebut. (Sir)