Bali Perlu Kembangkan Wisata Yoga dan Kuliner Vegetarian

oleh
Wisata yoga. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Bali sebagai destinasi yang paling digemari wisatawan mancanegara (wisman) perlu mengembangkan wisata yoga dan kuliner vegetarian untuk meningkatkan kunjungan wisman, khususnya dari India yang tahun ini ditargetkan sebanyak 700 ribu wisman.

Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam jumpa pers Peluncuran Perayaan Hari Yoga Internasional (International Day Yoga) ke-4 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Senin (30/4/2018).

Menpar optimistis wisata yoga dan kuliner vegetarian menjadi salah satu daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisman dari India.  “Secara khusus kita belum punya destinasi wisata yoga, namun Bali sebagai destinasi yang paling digemari wisman India dan menjadi tempat favorit untuk menggelar festival yoga,” kata Menpar Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan, festival kuliner bagi komunitas vegetarian (vegan) juga menjadi salah satu daya tarik “Untuk wisata kuliner, kita baru tetapkan Bali, Bandung, dan Joglosemar (Jogya, Solo, dan Semarang), dan beberapa festival kuliner vegetarian banyak diminati wisman India,” katanya.

Menurut dia, wisman India masuk pasar Top-5 dalam memberikan kontribusi jumlah kunjungan wisman. Indonesia tahun ini menargetkan 17 juta wisman dengan mengandalkan dua pasar utama yang memiliki size besar, yakni China dan India

“Nomor pertama wisman dari China tahun lalu sebanyak 1,9 juta dengan pertumbuhan mencapai 40 %. Sedangkan wisman India sebesar 30 % hingga 40 %, tahun lalu sebesar 500 ribu, momentum sebagai tuan rumah peringatan Hari Yoga Internasional 2018, kita targetkan 700 ribu wisman India,” kata Arief Yahya.

Duta Besar Pradeep Kumar Rawat menjelaskan, kegiatan Yoga selain meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran juga mendukung kegiatan pariwisata, ”Bali paling digemari masyarakat India untuk melakukan aktivitas yoga, juga Prambanan, Yogyakarta, paling disukai untuk festival yoga,” kata Pradeep Kumar Rawat .

Hal senada diungkapkan Anjasmara selaku instruktur dan Duta Yoga. Menurut dia, setiap bulan ada dua  festival yoga besar berlangsung di Bali dan diikuti peserta dari berbagai negara. “Banyak tempat untuk pelatihan yoga di Destinas Ubud dan Karangasem, Bali, dan pesertanya banyak dari mancanegara,” kata Anjasmara.

Direktur Pemasaran Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWCBP & RB) Ricky Siahaan mengatakan, kawasan wisata Candi Prambanan, Yogyakarta akan menjadi puncak perayaan International Day Yoga (IDY) ke-4, pada Minggu, 24 Juni 2018.

“Kegiatan di Prambanan akan mencapai rekor terbanyak pesertanya karena akan diikuti 10.000 peserta,” kata Ricky Siahaan.

Perayaan Hari Yoga Internasional (IDY) ke-4 2018 di Indonesia akan berlangsung di 10 kota besar. Puncak acaranya akan berlangsung di kawasan Candi Prambanan Yogyakarta. Tema perayaan IDY ke-4 adalah Sepuluh Kota, Sepuluh Hari, Menyatukan Dua Puluh Ribu Pecinta Yoga “Mempromosikan Kesehatan dan Kebahagiaan melalui Yoga”.

Dalam rangkaian perayaan, berbagai sesi yoga akan dilakukan para guru yoga dari India yang dilatih secara profesional. Kegiatan di 10 kota berlangsung di Malang (22/4), Jakarta (28/4), Yogyakarta (5/5), Bandung (9/6), Bali (16-17/6), Surabaya (21/6), Jakarta (23/6), Medan (24/6), Yogyakarta (24/6), dan Surabaya (10/8).  (*/Sir)